Menyelesaikan Masalah dengan Masalah

Monday, 18 December 2017, 11:53:49 | TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Pegadaian memiliki motto: “Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah”. Ini pun berlaku bagi: “Menegakkan Hukum dengan Tidak Melanggar Hukum”.

Ketika menyelesaikan masalah dengan masalah, atau menimbulkan masalah baru; sama saja dengan gali lobang tutup lobang. Satu selesai satu timbul, bahkan dapat menjadi 2/3 dari  masalah yang baru.

Penyelesaian masalah merupakan upaya-upaya mencari akar masalah dan mencapai kesepahaman untuk dapat menemukan langkah-langkah penyelesaiannya. Menyelesaikan masalah dapat juga dimaknai dengan upaya-upaya pencegahan, atau menemukan terobosan-terobosan baru yang di luar mainstream.

Ilustrasi

Penyelesaian yang ideal memang menyelesaikan masalah tanpa masalah; dan tidak berdampak menimbulkan masalah baru. Banyak cara untuk menyelesaikan masalah, tetapi yang efektif dan efisien serta dapat diterima semua pihak, ini yang jarang terjadi dan sulit dilaksanakan. Menyelesaikan masalah sebenarnya juga berpikir holistik yang artinya melihat dari berbagai pendekatan, berpikir dan menghubungkan, serta menjawab apa, bagaimana, dan mengapa.

Tatkala menyelesaikan masalah hukum, tentu jangan sampai dengan tindakan yang melanggar hukum. Kejahatan dapat dimulai dari adanya pelanggaran, dari pembiaran, sikap permisif atas pelanggaran, dan apalagi dengan pemaksaan atau pendekatan kekuasaan, maka hukum akan semakin jauh dari keadilan.

Penegakan hukum, bukan hanya oleh orang yang paham hukum saja, melainkan oleh orang-orang yang berintegritas dan mempunyai etika kerja yang berkomitmen kepada Tuhan, kepada bangsa dan negara, kepada institusi, maupun sebagai petugas secara pribadi.

Masalah harus diselesaikan dengan tepat, cepat, dan mejadi berkat. Tentu saja tanpa pelanggaran dan tidak berdampak tumbuh dan berkembangnya masalah baru.

Kesalahan

Kesalahan adalah sesuatu tindakan yang tidak sesuai dengan hukum, aturan, atau ketentuan yang berlaku. Kesalahan bukan hanya yang saat itu saja dikenakan denda atau hukuman atas perbuatannya, tetapi juga pada dampaknya.

Walaupun prinsipnya sama, kesalahan dapat ditinjau dan dikategorikan berdasarkan: (1) kesengajaan, yakni dirancang, dipersiapkan, diorganisir, dan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak tampak bersalah; (2) ketidakmampuan, yakni kesalahan dampak dari orang-orang yang mengawaki tidak berkompeten. Disini dapat diselidiki siapa yang menempatkan atau siapa yang merekomendasikan; (3) sistem yang keliru, yakni kesalahan sebagai dampak dari sistem yang tidak bekerja sebagaimana semestinya; (4) ketidakberdayaan, yakni kesalahan terjadi karena ketidakberdayaan dalam menghadapi tekanan dan sistem-sistem informal yang ada; (5) salah prediksi, yakni kesalahan dampak dari suatu terobosan kreatif yang tidak tepat.

Kesalahan juga dapat ditinjau dari sisi positifnya, yakni sebagai pembelajaran untuk perbaikan prestasi, dan capacity building yang dibuat, baik di tingkat administrasi maupun operasional: (1) pada bidang administrasi, dapat dilihat bagaimana pembangunan sistem-sitem dokumen serta piranti-piranti lunaknya. SDM yang berkarakter, perencanaan dan program-program yang dibuat, penggunaan dan pengembangan sarpras dan IT, dan penggunaan anggaran baik yang budgeter maupun non bugeter; (2) pada bidang operasional, dilihat dari SOP yakni job description, job analysis, standardisasi keberhasilan tugas, sistem penilaian kinerja, sistem reward and punishment, dan etika kerja (do and don’t).

Pada sisi capacity building, kesalahan dapat ditinjau untuk mendapatkan sisi positifnya untuk memunculkan ide, program, pelaksanaan, serta dilihat dari dampak untuk pencegahan, perbaikan, peningkatan, hingga pengembangannya.[CDL]

tags: , ,

Related For Menyelesaikan Masalah dengan Masalah