Nalar Diganti Dengkul

Monday, 13 November 2017, 11:19:19 | TRANSGLOBAL

TRANSINDONESIA.CO – Aneh ketika berpikir yang semestinya didasarkan pada nalar atau logika, tiba-tiba harus digantikan dengan cara-cara dengkul. Pendangkalan nalar, penumpulan daya kritis bukanlah tiba-tiba atau mak bedunduk turun dari langit. Bisa karena ketakutan, keterpaksaan atau karena hutang budi atau juga karena ewuh pekewuh.

Tatkala nalar ditumpulkan logika didangkalkan maka kebwnaran dan kemanusiaan akan tergerus bahkan bisa hilang. Hukum dan keadilan dapat saja menjadi ikon wani piro oleh piro.

Pelayanan-pelayan publik sampai dengan seni budayanya dibutakan uang atau kasarnya dikapitalisasi. Membicarakan uang memang tidak elok tetapi tanpa uang juga tidak bisa menjadi elok. Itu parodi kaum kapitalis melakukan pembenaran.

Ilustrasi

Tanpa sadar seringkali terjadi bersatu padu memuja yang keliru (memlesetkan dari sampul majalah basis yang bertema: bersatu padu memilih yang keliru). Proses pendengkulan ini seringkali justru dilakukan para kepala-kepalanya. Kebijakan dan statement-statementnya antara kepingin nonjok dan terbahak-terbahak menjadi satu.

Kebenaran seolah menjadi hak suara terbanyak. Benar bila tidak didukung banyak orang akan dikalahkan bahkan dianggap suatu kegilaan. Amanat konstitusi bangsa Indonesia salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tatkala nalar dan logika kecerdasan hilang maka apa mau dikata. Yang baik dan benar bisa disalahkan, dikalahkan bahkan dihakimi.  Yang salah dan menjadi refleksi kedangkalan logika dijadikan pujaan dan kebenaran. Tatkala nalar menghilang jangan harap kemanusiaan akan menang dan jangan bermimpi keadilan akan datang. Semua jadi budak uang dan lagi-lagi demit dan genderuwo jin kuntilanakpun ikut-ikutan wani piro.[CDL]

tags: , ,

Related For Nalar Diganti Dengkul