TransIndonesia
TransIndonesia

TNI Menjadi Sasaran Hoax

Thursday, 14 September 2017, 01:40:38 | TRANSGLOBAL, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Di Indonesia masyarakatnya 90 % menggunakan media sosial, misalnya facebook, you tube, twitter, instagram dan selama 24 jam, masyarakat Indonesia selalu melihat atau ketergantungan kepada media sosial minimal 4 – 5 jam perharinya disela-sela aktifitasnya setiap hari, atau kadang apabila menemukan sesuatu yang aneh, mereka tidak segan-segan mengirim foto tersebut di media sosial.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana ketergantungan masyarakat akan media sosial dalam kehidupannya.

Alangkah bahayanya apabila dalam setiap hari masyarakat mengomsusi sajian berita-berita bohong yang bersipat menebar kebencian untuk memancing emosional seseorang maupun kelompok, apalagi dikaitkan dengan `publik` sangat sensitif dan bisa jadi mengundang kemarahan pihak yang tertuduh melakukannya.

Kecanggihan dan perkembangan teknologi internet yang saat ini sedang mengalami peningkatan yang tajam membuat segala informasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri dapat dengan mudahnya diakses oleh semua orang dari berbagai kalangan.

Letkol Inf Solih

Kini, kita tidak hanya melihat berita dari televisi, radio, surat kabar, majalah dan film kita dapat mencari dan memperbaharui informasi dari internet. Kita mau mencari apa saja di internet sudah tersaji, betapa luarbiasa internet bisa membatu informasi yang baik maupun yang jelek sekalipun disitu ada.

Menyikapi semakin  masifnya  berita-berita bohong (Hoax) yang dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka tunggal ikaan, dan munculnya kebencian diantara anak bangsa, maka  perlu  upaya-upaya dari semua komponen masyarakat untuk menyikapi media sosial ini dengan pembelajaran, kedewasaan, penuh kehati-hatian.

Berita bohong ini memang diciptakan untuk tujuan tertentu dengan memamfaatkan media sosial yang begitu cepat nyapai kepada masyarakat sebagai propaganda kelompok tertentu.

Propaganda merupakan kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok tertentu untuk proses mempengaruhi pihak lain dengan tidak mengindahkan etika, moral, aturan, nilai, norma dan lain-lain guna memenangkan tujuan yang akan dicapai. Akibatnya, apapun akan dilakukan untuk memenangkan tujuan yang akan dicapai tersebut.

Beberapa kasus beredarnya berita bohong (Hoax) yang merugikan institusi TNI dan nama baik Panglima TNI antara lain; Dukungan kepada Panglima TNI untuk Menjadi Presiden RI, Isu Makar yang Dilakukan oleh Purnawirawan TNI yang ditayangkan Dragon TV yang diilustrasikan seperti peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI tahun 1965, Isu ceramah Panglima TNI pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Isu Keberpihakan TNI kepada Rakyat Bertujuan Makar, Rumor Jabatan Panglima TNI Mau Dicopot, Kuda Troya Jokowi dan Gatot Nurmantyo, juga Isu Panglima TNI minta Sumbangan untuk Korban Aceh. Serta foto-foto Panglima TNI dan Pejabat TNI dengan keterangan gambar berisi informasi untuk mnguntungkan pihak tertentu.

Selain itu, penggunaan akun yang mengatasnamakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkembang cukup banyak. Di facebook saja misalnya, ada 70 akun lebih atas nama Gotot Nurmantyo yang semuanya sangat merugikan institusi dan pribadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, belum di instragram, twitter dan platfrom media lainnya.

Akun-akun yang tersebar yang mengatas namakan pejabat TNI dipantau oleh dinas penerangan TNI  dan bekerja sama dengan Kominfo untuk melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap akun yang tidak bertanggung  jawab, bahkan Puspen sendiri tidak segan-segan langsung memberikan cap HOAX karena merugikan insitusi TNI terutama Panglima TNI yang dijadikan gambar tampilan diakun tersebut. Tidak mau insitusinya dijadikan berita Hoax Puspen sendiri sudah puluhan meng setempel Hoax diakun yang memuat Panglima TNI dan pejabat TNI lainya.

Mari sama-sama menjadi orang yang tidak mudah tertipu oleh sebuah berita. Mari kita semua bersikap kritis dan skeptis terhadap seluruh informasi yang diterima, sekalipun informasi itu berasal dari sumber yang paling kredibel.

Sikap kritis dan skeptis akan membawa kita untuk selalu ingin tahu. Sifat selalu ingin tahu akan membangkitkan semangat belajar sehingga pengetahuan juga semakin bertambah. Namun jangan begitu saja percaya pada sebuah artikel dan pemberitaan yang ada di dunia maya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi barokah untuk NKRI dan seluruh bangsa Indonesia, amin.[Letkol Inf Drs.Solih – Kasubbidstrakomnet Puspen TNI]

tags: , ,

Related For TNI Menjadi Sasaran Hoax