TRANSDUNIA

100 Hari Trump, Apakah Meningkatkan Serangan Pesawat Nirawak di Pakistan?

Pesawat Nirawak AS yang diberi nama Predator yang dipersenjatai rudal bersiaga di tarmac pangkalan militer Kandahar di Afghanistan.[AP]

TRANSINDONESIA.CO – Serangan pesawat nirawak tanggal 2 Maret yang dilakukan Amerika di kawasan kesukuan dalam wilayah Pakistan menjadi serangan pesawat nirawak pertama sejak Donald Trump menjadi presiden.

Pada 2 Maret, sebuah serangan pesawat nirawak yang dicurigai dilakukan Amerika di dalam wilayah Pakistan menewaskan dua militan Taliban di kawasan kesukuan, ini merupakan serangan pesawat nirawak pertama sejak Donald Trump menjadi presiden.

Serangan ini mengakhiri jeda selama 9 bulan dalam perang dengan pesawat nirawak di Pakistan. Hal ini meningkatkan dugaan bahwa pemerintahan Trump akan menggiatkan serangan yang disasarkan terhadap militan di daerah kesukuan Pakistan itu. Tetapi pemerintahan sedang terfokus pada upaya mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah, hanya sedikit yang mengantisipasi perluasan besar dari kampanye pesawat nirawak di Pakistan.

Pesawat Nirawak AS yang diberi nama Predator yang dipersenjatai rudal bersiaga di tarmac pangkalan militer Kandahar di Afghanistan.[AP]
Pakar menduga hanya eskalasi sedang-sedang saja meskipun serangan ditempat lainnya akan meningkat secara dramatis.

“Saya duga kampanye akan ditingkatkan pada saat tertentu, dan kemungkinan turun lagi setara dengan tingkat serangan pada masa pemerintahan Obama,” kata Bill Roggio, redaktur dari Long War Journal di Foundation for Defense of Democracies di Washington.[VOA]

Related posts

Pesawat Jatuh di Nepal, 23 Orang Tewas

transindonesia.co

Iran Sindir AS Soal Sanksi Baru

transindonesia.co

Serangan Bunuh Diri di Kamerun, 10 Orang Tewas

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.