IPW: Tudingan Aktor Dibalik Rusuh Aksi 411 untuk Alihkan Kasus Ahok

Sunday, 6 November 2016, 10:50:14 | TRANSMETROPOLITAN, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Pemerintahan Joko Widodo jangan memakai gaya gaya Orde Baru yang doyan main tuding tanpa bukti bahwa ada provokator di balik aksi demo 411 “Aksi Bela Islam II” pada 4 Nopember 2016. Jika pemerintah Jokowi memang sudah punya data, tangkap dan proses secara hukum provokator tersebut.

“Jangan sekadar menyebar isu untuk mengalihkan persoalan sesungguhnya, yang bertujuan untuk melindungi Ahok yang sudah dilaporkan ke Mabes Polri sebagai penista agama,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima

Neta menyayangkan cara-cara yang dilakukan Presiden Jokowi dalam menghadapi aksi demo 411, karena ada dua kesalahan fatal yang dilakukan Jokowi.

Presiden Joko Widodo menyebut ada aktor politik dibalik rusuh Aksi Bela Islam II.[IST]

Presiden Joko Widodo menyebut ada aktor politik dibalik rusuh Aksi Bela Islam II.[IST]

Pertama, tidak mau menerima delegasi demonstran, padahal selama ini Jokowi doyan blusukan menemui rakyat. Kedua, begitu tiba di Istana pada tengah malam, Jokowi ujug-ujug melontarkan isu adanya provokator di balik aksi demo 411.

“Padahal aksi demo 411 cukup damai. Jika terjadi benturan adalah sangat wajar, mengingat jumlah massa yang hadir hampir sejuta orang. Tentu tak mudah mengendalikannya. Sebab itu IPW memberi apresiasi pada TNI Polri yang sudah cukup sabar mengamankan para demontran,” ucap Neta.

Dari pantauan IPW di lapangan, benturan terjadi saat massa mahasiswa hendak membubarkan diri. Setelah dari Jl Majapahit, massa bergerak menuju Jl Thamrin melalui Jl Merdeka Barat.

“Sementara di jalanan masih banyak massa yang bertahan menunggu Jokowi. Desak-desakan terjadi. Muncul ketegangan dengan polisi. Sejumlah massa ormas keagamaan langsung masuk ketengah hendak memisahkan ketegangan antara polisi dan mahasiswa. Tapi situasi kian panas. Pukul pukulan terjadi. Polisi menggunakan tameng dan mahasiswa menggunakan tiang bendera,” terang Neta.

Saat itulah, beberapa massa membakar sampah dan tembakan gas air mata pun dilontarkan polisi untuk membubarkan massa. Saat mendengar kericuhan terjadi di depan Istana, demonstran yang hendak pulang dan sudah tiba di Penjaringan langsung mengamuk. “Mereka melempari polisi dan dihalau dengan gas air mata,” katanya.

Sikap spontan ini merupakan hal wajar, apalagi begitu banyak jumlah massa. Terbukti amuk massa cepat mereda. Jika ada provokator yang bermain, sejak siang tentu sudah terjadi benturan hebat, mengingat banyaknya massa.

“Jadi tudingan adanya provokator yang dilontarkan Jokowi sangat tidak mendasar. Tudingan itu hanya ingin merusak cara-cara damai yang sudah ditunjukkan para ustad, habib, dan ulama yang memimpin aksi itu,” katanya.

Tudingan ini kata Neta, hanya ingin mengalihkan kasus Ahok yang akan diperiksa Senin 7 Nopember 2016, “IPW sangat menyayangkan kenapa Presiden terpedaya dengan isu murahan yang disampaikan para pembisiknya, yang mereka belum tentu ada di lapangan. Jika memang ada provokatornya, Jokowi jangan hanya main lempar isu seperti Orba, tapi langsung tangkap dan proses secara hukum,” katanya.

IPW memberi apresiasi pada kerja keras pada ustad, habib, dan ulama yang sudah mengawal aksi damai 411. Kalaupun terjadi benturan kecil di akhir demo adalah hal wajar. IPW juga merasa salut pada sikap sabar yang sudah ditampilkan TNI Polri dalam menjaga aksi demo.

“Melihat semua kerja keras ini, IPW berharap Presiden Jokowi jangan meniru niru gaya Orba yang bermain main dengan isu provokator, yang bisa membuat anti pati masyarakat maupun aparatur keamanan,” tambahnya.[DON]

tags: , , ,

Related For IPW: Tudingan Aktor Dibalik Rusuh Aksi 411 untuk Alihkan Kasus Ahok