Menjajah Bangsa Sendiri

Monday, 10 October 2016, 13:26:01 | TRANSGLOBAL, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Perilaku para birokrat sering kali menampakkan dirinya sebagai penguasa, pemegang kewenangan, sehingga memposisikan dirinya di atas tahta singgasana.

Apa yang dipikirkan dikatakan dan yang dilakukan seakan akan ingin menunjukkan kalau kalian (rakyat) tidak manut saya, tidak menghormati saya, saya bisa melakukan apa saja untuk mematikan dirimu.

Mereka bagai “ndoro feudal” yang harus dipuja-puji dan beri upeti di sana sini. Disisi lain para kaum konglomerat sebagai kaum berduitpun mengcopy paste perilaku para birokratnya. “Saya punya uang banyak, kalau kamu macem-macem saya bisa menyengsarakanmu”. Rakyat lagi yang menjadi sasaran atau harus menanggung beban.

Kaum birokrat dan kaum berduit bersatu saling tukar menukar jasa. Yang satu kelebihan kewenangan namun minus uang. Yang satu lagi kelebihan uang namun minus uang.

Ilustrasi

Ilustrasi

Awal mulanya, kaum berduit ini meminta hak istimewa dengan membayar (menyuap, atau diperas). Ia rela membayar asal diberi hak monopoli atau bisa melakukan yang ilegal. Para birokrat ini lama-kelamaan kecanduan, mereka bukan lagi menyetir namun sebaliknya disetir. Bagai anjing yang mengiba diberi daging.

Sikap para birokrat dan kaum-kaum berduit ternya berimplikasi luas, di copy paste juga oleh kaum-kaum yang memiliki massa/pengikut, yang memposisikan dirinya sejajar dengan mereka.

Tanpa sadar massa inipun dijadikan kekuatan bargaining untuk menguasai sumber daya atau kebagian mengelola sumber daya. Siapa yang jadi sasaran dan korban? Lagi2 yang lemah, yang tidak berdaya.

Mereka hanya pasrah, berdoa dan berharap datang satria piningit sebagai Ratu Adil sang pembebas dari penjajahan oleh bangsanya sendiri.[CD10102016]

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: ,

Related For Menjajah Bangsa Sendiri