TransIndonesia
TransIndonesia

Masyarakat Masih Sinis, “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi”

Wednesday, 5 October 2016, 11:16:01 | TRANSGLOBAL, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Tudingan sinis masyarakat pada Polisi harus diakui, karena Polisi bukan bekerja pada tempat yang aman dan nyaman sehingga banyak tuduhan pada anggota atau oknum Polisi berdampak pada institusi Polri.

“Jadi wajar saja masih banyak masyarakat yang selalu curiga dengan Polisi. Karena memang tempat Polisi bukan tempat yang nyaman,” kata Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana pada acara bedah buku yang baru diterbitkannya berjudul “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi” di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Selasa 4 Oktober 2016.

Dalam buku karangannya yang merupakan tulisan lepas kritikan pada Polri dan birokrasi maupun kinerja Polisi dari pandangan masyarakat.

Sebagai nara sumber bedah buku tersebut, Prof (RIS) Hermawan Sulistyo, Surya Dharma dan Romo Antonius Setyo Wibowo dihadiri para anggota Polri yang tengah menjalani pendidikan S2 dan S3.

Bedah buku “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi” karangan Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana.[ISH]

Bedah buku “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi” karangan Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana.[ISH]

Dalam buku setebal 283 halaman tersebut, Chryshnanda banyak mengungkapkan kebobrokan Polisi sebagai pengayom, pelindunga dan pelayan masyarakat.

“Buku ini celometan untuk membangun Polisi ideal, meski kritikan didalam buku bukanlah bentuk kebencian melainkan untuk menjadikan Polisi yang benar-benar dapat dicintai masyarakat,” terang Kepala Bidang Penegakan Hukum Korlantas Polri.

Hampir seluruh tulisan pada bukunya menyentil kinerja Polisi yang korup, pendeking mafia dan pencari zona aman hanya untuk kepentingan dan mempertahankan kekuasaan  kelompok tertentu.

“Dalam tulisan, saya tidak menyebut nama, siapa yg merasa dan mau merasakan ya tangung sendiri,” terang mantan Dirlantas Polda Metro Jaya.

Menurutnya, ratusan judul tulisan itu dibuatnya sekitar 2013 saat dalam pendidikan Sespati. “Tulisan-tulisan ini saya buat saat di Sespati, dan setiap selesai satu tulisan selalu saya kirim ke berbagai rekan melalui jaringan media sosial. Ada yang merespon positif, tapi tidak sedikit yang sinis dan bahkan sampai membenci dirinya,” ucapnya.

Meski demikian, kecintaannya pada Polri terus dikritiknya dengan menulis sebagai upaya untuk membangun Polri profesional dan Polri ideal.

“Tulisan-tulisan ini saya anggap celometan, yang secara gamblang dan lepas saya buat sebagai bentuk kecintaan terhadap Polri,” ujarnya.

Peserta S2 dan S3 pda acara bedah buku “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi” karangan Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana, di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Selasa 4 Oktober 2016.[ISH]

Peserta S2 dan S3 pda acara bedah buku “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi” karangan Kombes Pol Chryshnanda Dwilaksana, di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Selasa 4 Oktober 2016.[ISH]

Buku Akademik

Sementara, Prof (RIS) Hermawan Sulistyo, menyatakan Polisi harus bangkit dan profesional sebagaimana kritikan dalam buku “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi” ini.

“Judulnya Polisi jujur, dalam buku ini semuanya diungkapkan ketidak benaran Polisi. Jadi Polisi tidak ada yang benar. Saya tahu, artinya penulis menginginkan Polisi untuk jujur dan Polri yang ideal. Saya baca sampai selesai, tapi lupa, saya baca lagi belum sampai selesai lupa lagi depan. Ini menandakan buku ini sangat akademik,” kata Prof Hermawan menanggapi buku ini.

Hermawan yang akrab disapa Prof Kikiek itu memuji pemikiran Chryshnanda, ditengah kesibukannya masih tetap menyempatkan menulis buku.

“Jadi, orang memjadi baik kalau mendengar, baik lagi kalau mau ngomong dan menjadi sempurna kalau mau menulis. Nah Chryshnanda ini sudah sempurna,” puji Prof Kikiek.

Prof Kikiek juga mencandai Chryshanda yang memiliki hobby menulis, melukis sampai hobby batu akik itu.

“Masa jadi Direktur nulis sepotong-sepotong tiap hari. Sekarang Kabag Gakkum gak ada penegakan hukum karena nulis, melukis, main batu akik juga,” canda Prof Kikiek disambut tawa para peserta bedah buku itu.

Sementara, pengajar Pasca Sarjana PTIK-STIK, Surya Dharma mengatakan bahwa sosok Chryshnanda sebagai doktor yang mempunyai jiwa seni tinggi. Hal itu terbukti dengan diluncurkannya hari ini. “Sosok yang mempunyai Falsafah dan banyak terminologi,” katanya.

Dikatakannya, tulisan di buku ini sangat enteng dan mudah untuk difahami oleh siapapun yang membacanya.”Nah ini bagaian dari style pak Chrys,” ucapnya.

Sementara itu, Romo Antonius Setyo Wibowo menerangkan, buku ini merupakan suatu kejujuran yang ditulis dari pemikiran ornag awam. Karena itu kejujuran masih perlu jadi pegangan meski keberadaan polisi dan institusi kepolisian banyak disorot karena ulah oknum segelintir orang.

“Kejujuran itu masih perlu menjadi pegangan. Karena dengan kejujuran kita masih berharap negara bisa maju,” kata Setyo.[ISH]

tags: , , ,

Related For Masyarakat Masih Sinis, “Polisine Rakyat Iku Jujur Ora Ngapusi”