TransIndonesia
TransIndonesia

Bumi Moro Next Destination

Thursday, 6 October 2016, 02:37:27 | TRANSGLOBAL, TRANSSPORT

TRANSINDONESIA.CO – Perawakannya yang gempal dan kekar menandakan benar dia seorang atlet. Apalagi ketika lengannya dipegang, keras berotot makin membuktikan bahwa dia benar-benar atlet. Yah, dialah Dimas Ridho Supriyono (16th) ditemui di sela-sela waktu belajarnya di SMA Negeri 1 Jakarta pada selasa 4 Oktober 2016.

Jika melihat perjalanan kebelakang seorang Dimas, rasanya tidak aneh, peraih medali emas perseorangan di nomor Trick-Ski Air dan perak di nomor beregu bisa jadi atlet hebat seperti sekarang ini. Lingkungan Danau Sunter dimana dia tinggal, terdapat Pusat Latihan Ski Air. Hingga tidak aneh rasanya suasana tempat itu menggiring dan membentuknya jadi atlet andalan DKI Jaya di nomo Ski air.

Awalnya, Dimas kecil tidak tertarik pada olahraga ini. Namun bujukan orang tuanya yang tak mengenal lelah, Karyadi Supriyono, tamtama TNI-AL berpangkat Kopral dan bertugas  di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta baru dirasakan manisnya saat ini setelah dua medali (emas dan perak) diraihnya di ajang PON XIX Jawa Barat.

Hingga usia tujuh tahun, Dimas kecil masih terhitung anak bawang, belum diperhitungkan jadi atlet hingga dalam berbagi seleksi (saat itu) dia tidak masuk nominasi. Namun itu tidak membuatnya patah semangat. Latihan keras terutama pembentukan otot lengan yang jadi tumpuan kelincahan dia dalam memainkan papan seluncur Ski air dimana nomor Trick mengandalkan kelincahan ala pemain skateboard di air, perlahan mampu meyakinkan para pelatih menunjuk dia sebagai andalan Tim Ski Air DKI Jaya pada akhirnya.

Chairal Tanjung menyemangati cita-cita Dimas yang ingin jadi Perwira TNI AL.[MIC]

Chairal Tanjung menyemangati cita-cita Dimas yang ingin jadi Perwira TNI AL.[MIC]

” Tes awal dari orang tua saya,  disuruh berenang dari ujung danau yang satu ke ujung yang lain”, ujarnya untuk melihat apakah dia benar-benar siap menjadi atlet Ski air yang handal. Push-up dan nge-gym jadi sarananya memperkuat otot lengan dan kelincahan kakinya di papan seluncur.

Kesungguhannya pada akhirnya dilihat oleh Pengurus Provinsi DKI,  Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) yang diketuai oleh Djamhuron P Wibowo, menugaskan Dimas belajar selama sebulan di sebuah pemusatan olahraga ski-air di Jack Travers Ski School, Groveland Florida, Amerika Serikat guna menghadapi PON XIX kemarin. Hasilnya bisa kita lihat, dua medali emas dan perak dipersembahkannya untuk kontingen DKI Jakarta.

Berkah dari perolehan medali itu, Dimas dikabarkan akan memeroleh bonus dari Pengda KONI DKI senilai 1 milyar rupiah dimana dia sendiri akan mengantongi uang sebesar Rp 800 juta rupiah dan sisanya dikembalikan ke klub yang menaunginya sedangkan dari nomor beregu dia kebagian 50 juta rupiah.

Rencananya, dari uang tersebut, Dimas akan memberangkatkan umroh kedua orang tuanya dan sisanya akan ditabung guna persiapan pendidikannya kelak dimana dia berkeinginan masuk AAL (Akademi Angkatan Laut) di Surabaya.

“Meski saya anak kopral, tapi mimpi saya jadi seorang pelaut yang handal. Untuk itu saya berupaya sekuat tenaga agar selepas SMA ini saya bisa tinggal dan belajar di Bumi Moro”, ujar murid kelas X IPA 3 SMA Negeri 1 Jakarta ini.

Ketika mendengar cita-citanya itu, Ketua Komite SMAN 1 Jakarta Chairal Tanjung  yang duduk di sampingnya sempat tertegun akan cita-citanya itu,” Yah, Ikaboedoet memfasilitasi program bimbel bagi kelas XII yang akan masuk ke perguruan tinggi. Khusus untuk talenta-talenta berbakat khusus seperti Dimas ini, kami dari Komite akan mempersiapkan strategi khusus untuk mereka”.

Masih menurut Chairal, banyak alumni Boedoet  memiliki posisi penting di TNI,  seperti saat ini Marsma Ir. Novyan Samyoga (alumni th 1986)  adalah Danlanud  Adisucipto dan di Angkatan Laut ada mantan Dansatpaska Armabar Kol (P) Ribut Eko Suyatno(alumni th 1985) yang saat ini bertugas di Dispotmar TNI-AL. Diharapkan mereka bisa memberikan arahan pada Dimas dan adik-adik lainnya yang punya peminatan jadi perwira TNI agar bakat hebat ini tidak kandas di tengah jalan.

“Ayah boleh kopral, tapi anaknya harus jadi perwira donk”, lanjut Chairal menyemangati Dimas.[MIC]

tags: ,

Related For Bumi Moro Next Destination