Kapolda Metro: “Kalau Nggak Netral ya Kita Nggak Benar”

Friday, 23 September 2016, 17:59:16 | TRANSMETROPOLITAN, TRANSPEMILU, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Pagi tadi, Irjen Pol Mochamad Iriawan resmi menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Moechgiyarto yang dipromosikan menjadi bintang tiga menduduki jabatan Kalemdikpol yang ditinggalkan Komjen Pol Syafruddin yang kini menjadi Waka Polri.

Usai dilantik Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri, Jumat 23 September 2016, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan bertekad mengamankan perhelatan Pilgud DKI Jakarta yang sudah memasuki tahap pendaftaran calon Guebrnur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Berikut penjelasan Irjen Pol Mochamad Iriawan saat ditanya wartawan tentang program yang akan dilakukannya untuk mengamankan ibukota negara dalam Pilgub dan juga tantangan kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan.[Ismail Hasibuan]

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan.[Ismail Hasibuan]

Wartawan: Apa program bapak?

Kapolda: Bicara Pemilukada dulu, yang paling penting yang kita hadapi sekarang ini menyiapkan semaksimal mungkin untuk bisa aman. Tentunya pentahapan (tahapan Pilgub, Red) sudah berjalan, kemudian juga anggota sudah semua, tapi kan ada sebagainya termasuk nanti pengawalan terhadap calon, nanti pada bulan Oktober kita lakukan itu. Tiap pasangan 10 orang (pengawalan)

Wartawan: Bisa netral nggak PMJ (Polda Metro Jaya)?

Kapolda: Loh emang kenapa? Takutnya karena ada petahana, biasanya gitu. Kita sih yang menang siapa aja nggak ada masalah, asal aman kan gitu.

Wartawan: Pengamanannya berapa?

Kapolda: 15 ribu personel yang siap, tapi cadangan masih banyak.

Wartawan: Teknis pengamanan nanti?

Kapolda: Tentunya mulai pentahapan, pendaftaran dan sebagainya, kampanye gitu nanti kita sudah ada semua. Setiap pasangan calon nanti ada 10 yang menempel (mengawal).

Wartawan: Apa yang akan bapak benahi di PMJ?

Kapolda: Nanti kita lihat, karena saya akan mendalami lebih dulu, tentunya sih udah bagus pak Kapolda lama sudah berjalan semua. Ya nanti apa yang kurang kita akan benahi, tentunya ada juga program beliau yang bagus seperti “SIAP” itu, kita teruskan kpd anggota. Kalau mereka sudah bisa semua baru kita launching

Wartawan: Tantangannya menghadapi kejahatan kedepan apa?

Kapolda: Kejahatan pasti ada, tapi yang penting ini ketika ada situasi kondusif tidak ada kerusuhan masalah, konflik antar golongan.

Wartawan: Kalau tantangan Pilkada gimana?

Kapolda: Sementara Alhamdulillah InsyaAllah lancar.

Wartawan: Kira-kira Polda nanti akan razia anggotanya yang narkoba nggak?

Kapolda: Kalau itu sih sudah sama, Pak Kapolda lama juga pasti razia anggota dan berkomitmen dari atas mulai dari Mabes Polri sampai ke Polda banyak yang sudah di PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat atau dipecat). Makanya kawan-kawan (wartawan) lihat kalau sudah di kode etik biar tahu banyak kita serius.

Wartawan: Sidang kode etik terbuka?

Kapolda: Memang terbuka disitu silahkan lihat, ada masalah disana akan kelihatan bagaimana kita betul-betul menindakan aturan yang ada dan sanksinya luar biasa. Kalau anggota sudah kena demosi lima tahun itu bisa abis itu karirnya

Wartawan: Akan kerjasama degan anggota lain saat Pilkada?

Kapolda: Ya kita dulu yang maksimal, tentunya pasti yang lain nanti kita lihat apa kita butuh itu untuk membantu kita.

Wartawan: Pernah ada Patroli Cyber?

Kapolda: Itu tetap dilanjutkan, Kapolda lama sudah, yang sudah ada akan kita lanjutkan. Ya sudah enak lah tinggal kita lanjutkan saja.

Wartawan: Biasanya kan marak hate speech jelang Pilkada?

Kapolda: Ya pastilah kalau itu, kita nggak ada kepentingan Gubernurnya siapa nggak ada masalah, yang penting buat kita Jakarta aman. Harus netral, kalau nggak netral ya kita nggak benar. Nggak bagus, yang prnting kita aman. Buat kita siapapun Gubernurnya yang jelas ibu kota negara ini harus aman. Patroli cyber tetap diaktifkan, karena itu sudah hal penting Pak Kapolda lama sudah melakukan itu.[ISH]

tags: , , ,

Related For Kapolda Metro: “Kalau Nggak Netral ya Kita Nggak Benar”