DPR Minta Pemerintah Tambah Anggaran Penanggulangan Teroris

Thursday, 22 September 2016, 12:34:16 | TRANSBISNIS, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO  – Pemerintah diminta meningkatkan anggaran terkait penanggulangan teroris, khususnya untuk institusi Brigadir Mobil (Brimob) dan Dtasmen Khusus (Densus) 88 yang merupakan pasukan terdepan dalam pemberntasan teroris.

Hal itu dikatakan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mendorong pemerintah dapat meningkatkan anggaran kebutuhan pemberantasan terorisme.

Wakil Komisi I DPR Ahmad Hanafi Rais, yang datang bersama rombongan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, kemaren.

Densus tangkap terduga teroris.(ist)

Densus tangkap terduga teroris.(ist)

“Yang harus diperbaiki soal kedisiplinan dan secara keseluruhan komitmen juga harus lebih efektif karena dukungan parlemen mengenai politik anggaran untuk Polri juga semakin lama semakin bagus,” katanya.

Menurutnya, Polri  dalam hal ini pasukan khusus Brimob berhak untuk memiliki anggaran yang lebih agar sistem keamanan bisa lebih baik lagi.

“Dan yang harus disikapi, Pemerintah juga jangan terlalu dikompromikan dengan alasan budget atau pemotongan anggaran yang selama ini dilakukan,” katanya.

Senada dengan Ahmad Hanafi Rais, anggota Komisi III DPR, Habib Aboe Bakar Alhabsy mengatakan, tekhnologi teroris yang semakin canggih harus segera disikapi secara serius dengan penambahan anggaran untuk Brimob dan Densus.

“Peran Brimob maupun Densus tadi sudah kita lihat secara profesional artinya memang layak mereka mendapatkan itu, tapi, kan, kemajuan teknologi teroris kan semakin tinggi apalagi kalau pakai kimia atau cyber crime. Tadi kita lihat secara khusus yang menyangkut men wall, kemanusiaannya oke punya. Evaluasinya masih panjang, kita lihat dari banyak sisi,” kata Habib yang juga hadir melihat langsung simulasi penanganan teroris di Mako Brimob Kelapa Dua.

Dikatakannya, masih banyak perhatian  diantaranya sarana dan prasaran yang dinilainya masih kurang maksimal.

“Ya kalau bisa jangan mematikan manusianya, tapi bisa menyidang mereka agar tahu asal muasal hingga back ground-nya kenapa dia (pelaku) melakukan itu. Tapi kalau sudah terjadi apa boleh buat, itu maunusiawi kalo sudah di lapangan,” ujar Habib.

“Tapi kita berharap lebih banyak yang bisa diselesaikan di pengadilan. Terlebih dengan banyaknya kelompok Santoso yang tertangkap di Tinombala dan Poso. Kita apresiasi kinerja Brimob dan Densus 88,” katanya.[SAF]

tags: , , ,

Related For DPR Minta Pemerintah Tambah Anggaran Penanggulangan Teroris