Antara Saur Manuk dengan Twitter

Monday, 6 June 2016, 22:59:06 | TRANSGLOBAL

TRANSINDONESIA.CO – Sebelum ada twitter dikalangan orang Jawa sudah dikenal dengan istilah saur manuk (yang bermakna saut menyaut seperti kicauan burung). Sejak dikatakan atau dikenalnya istilah saur manuk sampai sekarang masih seperti itu saja.

Bahkan kadang menjadi pandangan buruk bagi orang-orang yang suka membantah. Konotasi saur manuk bukan pada informasi malahan sering dianalogikan sebagai suatu pembangkangan.

Tentu saja masih sebatas lisan atau bahasa-bahasa verbal dan bercorak lokal tanpa teknologi dan informasi sehingga dari dahulu hingga di era global tetap saja saur manuk bercorak konvensional dan manual.

Ilustrasi

Ilustrasi

Bagaimana dengan twitter yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Jawa mirip-mirip juga dengan saur manuk.

Pertanyaanya mengapa twitter bisa mendunia, bahkan menjadi ikon komunikasi di media sosial? Twitter memiliki kelebihan; kecepatan, kemudahan, informasi dan fungsional (bisa sebagaai sarana bisnis, pengawasan dan pengendalian, diskusi, marketing dan lainnya).

Dari semua itu dapat dipastikan bahwa twitter unggul dalam manajerial dan teknologi. Sedangkan saur manuk tetap saja dibiarkan antara hidup dan mati. Tiada lagi yang peduli akan hidup atau mati dilepaskannya begitu saja dalam dunia yang serba berteknologi.

Di era digital tatkala masih manual,konvensional dan parsial akan ditinggalkan.karena tidak mampu bersaing atau mengikuti zaman. Kekinian menjadi tolak ukur dalam berbagai bidang komunikasi, informasi, teknologi, yang mampu menembus ruang dan waktu.

Perubahan begitu cepat, saur manuk masih pada posisinya seperti awal dilontarkan mungkin juga akan terus seperti itu sampai akhir zaman.

Perubahan akan menggilas dan melindas siapa saja yang tidak mau merubah dan bisa saja mereka memaksakan perubahan jika terus saja seperti saur manuk, membangkang, saut menyaut sebatas ada tanya ada jawab debat kusir.[CDL-06062016]

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: ,

Related For Antara Saur Manuk dengan Twitter