TransIndonesia
TransIndonesia

KPK Ajak Perempuan Sebarkan Semangat Anti Korupsi

Friday, 22 April 2016, 11:23:44 | TRANSPOLHUKAM, TRANSWANITA

TRANSINDONESIA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi mengharapkan peringatan Hari Kartini menjadi momentum bagi perempuan menyebarkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi.

“Peringatan hari Kartini bukan hanya menonjolkan emansipasi laki-laki dan perempuan, tapi juga menonjolkan pentingnya nilai-nilai dalam perjuangan Kartini untuk membangun integritas antikorupsi dan kebaikan, dan kami ingin mengambil momentum hari Kartini untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan tersebut,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta.

Konferensi pers tersebut juga dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Pembangunan Manusia dan Kebudayan Sudjatmiko, Koordinator Bantuan untuk Demokrasi dan Keadilan Kedutaan Besar Australia Esther Sainsbury dan Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) Sita Supomo.

Gedung KPK>(Dok)

Gedung KPK>(Dok)

KPK menggelar rangkaian kegiatan antikorupsi pada 21-23 April 2016 di sejumlah lokasi di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Kartini dan ulang tahun Gerakan Nasional Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) ke-2 “Dua tahun lalu SPAK adalah proyek kecil dan sekarang sudah jadi gerakan nasional dan tersebar dari Aceh sampai Papua. Sampai saat ini ada 550 agen orang di seluruh indonesia, semuanya dimotori perempuan. Saya pikir Ibu Kartini akan sangat senang karena perempuan yang jadi motor dari gerakan ini,” tambah Laode.

Menurut Laode, dalam 2 tahun sudah sekitar 90 persen dari agen SPAN menggunakan alat bantu sosialisasi antikorupsi berupa beragam jenis permainan baik untuk anak kecil maupun orang dewasa.

“Sekitar 20 persen agen SPAK melaporkan kasus korupsi yang ada di sekitarnya sehingga berusaha melakukan sesuatu salah satunya adalah melapor ke KPK. Selanjutnya, banyak juga perubahan perilaku masyarakat akibat permainan tersebut misalnya ada orang tua murid yang tidak memberikan hadiah ke guru dan guru yang tidak mau terima hadiah dari orang tua murid,” ungkap Laode.

Contoh lain adalah siswa yang tidak lagi menggunakan mobil dinas orang tuanya, sejumlah pelajar SMA yang membuat deklarasi anti-nyotek, pegawai pemerintahan yang tidak lagi terlambat ke kantor.

“Bahkan ada kepala desa di Raja Ampat yang mengaku menggunakan uang PKK untuk membeli seragam setelah main ‘games’ SPAK dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, jadi orang tua dan laki-laki terpengaruh permainan ini,” tambah Laode.

Sementara Koordinator Bantuan untuk Demokrasi dan Keadilan Kedutaan Besar Australia Esther Sainsbury menegaskan bahwa korupsi lebih memberikan dampak buruk kepada perempuan karena berkurangnya anggaran publik bagi perempuan akibat perbuatan korupsi.

“Perempuan adalah bagian solusi profesional bagi anggota keluarga dan warga negara. Kekuatan peran tesebut bisa mencegah korupsi dan pemerintahan yang lebih transparan dan efektif. Untuk itu pemerintah Australia berkomitmen 2 juta dolar Australia mendukung SPA sampai Desember 2016 yang dikelola bersama Bappenas dan KPK,” kata Esther.

Relawan SPAK dan Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) Sita Supomo mengatakan bahwa SPAK akan meluncurkan website dengan tiga tujuan.

“Pertama jujur sebagai identitas. Kita tidak mau bangsa kita dikaitkan dengan perilaku korupsi. Kedua, menginspirasi. Memang jujur mudah di mulut tapi tidak mudah dilakukan sehingga harapannya dengan berbagai kegiatan yang dilakukan teman-teman dari SPAK berperilaku jujur dan mereka berbagi,” katanya.

Terakhir, solidaritas. Jujur harus jadi pilihan sebagai pilihan tidak sulit. Kenyataannya saat seorang siswa ingin jujur malah disuruh untuk mencontek karena sekolahnya ingin mendapat ranking tinggi. Menjadi jujur pun sangat sulit dan tidak bisa dilakukann sendirian tapi kelompok-kelompok integritas sehingga saling bersambungan dan Indonesia jujur jadi lebih mudah, kata Sita.

Syarif pun menegaskan bahwa Indonesia masih hidup dalam kegelapan karena masih terus terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang masih rendah.

“Kita masih terus dalam kegelapan. Kalau kita tidak mulai dari nilai-nilai baru yaitu jangan menyontek, jujur, maka kita akan terus dalam kegelapan. Prinsip Ibu Kartini sebenarnya bagus ‘After the darkness there’s new dawn’, seharusnya begitu,” tegas Syarif.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan KPK dalam peringatan Hari Kartini tersebut adalah acara pendidikan antikorupsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada 21 April di lima wilayah DKI Jakarta. Peluncuran SPAK sebagai salah satu bentuk Revolusi Mental di Monumen Nasional dan Lenggang Jakarta yang akan dihadiri Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Deputi VI Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Duta Besar Kemenko PMK Sujatmiko.

Pada 22-23 April digelar seminar antikorupsi di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta yang dihadiri Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Menterai Agama Lukman Hakim Saifuddin, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik Busyro Muqodda serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani sebagai pembicara kunci.

Sejak digagas dua tahun lalu, Gerakan Nasional SPAK telah memiliki lebih dari 550 agen perubahan yang terdiri dari kaum perempuan dengan berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dosen, guru, tokoh agama, pengusaha, mahasiswa, tokoh masyarakat dan aktivis. Mereka tersebar di 20 provinsi yang secara aktif menyebarkan pendidikan antikorupsi kepada berbagai elemen masyarakat secara suka rela.[Sp/Met]

tags: , ,

Related For KPK Ajak Perempuan Sebarkan Semangat Anti Korupsi