Dampak Kemacetan: Dari Emosi sampai Kerugian Ekonomi

Monday, 4 April 2016, 08:59:20 | TRANSGLOBAL, TRANSMETROPOLITAN

TRANSINDONESIA.CO – Kemacetan menjadi pemandangan yang biasa terjadi di kota-kota besar, di jalur-jalur luar kota yang tidak memenuhi standar safety, daerah-daerah pangkalan moda transportasi (stasiun, terminal, pelabuhan, bandara), dan daerah-daerah lainnya.

Penanganan kemacetan dari tahun ke tahun menjadi topik dari tingkat daerah sampai pusat, namun pelaksanaannya boleh dikatakan secara signifikan belum menyelesaikan masalah, dari tahun ke tahun semakin parah.

Kemacetan secara kasat mata yang mudah ditangkap oleh indera orang kebanyakan antara lain:

1. Pertumbuhan kendaraan yang tidak teratasi/tidak diimbangi dengan jalan dan sistem transportasi yang ada, 2. Infrastruktur dan system yang belum mampu memenuhi standar kamseltibcar lalulintas, 3. Perilaku pengguna jalan merefleksikan rendahnya budaya tertib berlalu lintas, 4. Sistem uji dan penerbitan SIM yang menunjukkan basis pada standar kompetensi dan safety harus terus ditingkatkan kualitasnya, 5. Sistem angkutan umum yang belum menjadi ungulan dan pilihan utama warga kota (Lebih memilih kendaraan pribadi dan sepeda motor), 6. Tingkat profesionalisme aparatur/stake holder di bidang LLAJ masih konvensional, parsial dan temporary, dengan ala pemadam kebakaran, 7. Sistem tata kota dan  lingkungan yang tidak saling mendukung, 8. Undang-undang dan peraturan sebagai refleksi political will yang belum sepenuhnya care bahwa lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa, cermin tingkat modernitas.

Kemacetan di jalan Tol.(Dok)

Kemacetan di jalan Tol.(Dok)

Faktor-faktor yang sifatnya temporary masih banyak lagi yang dapt menyebabkan kemacetan. Dampak dari kemacetan dapat dilihat sebagai pemicu atau memberi peluang/potensi terjadinya: 1. Konflik antar pengguna jalan, 2. Terganggunya aktifitas dan produktifitas masyarakat, 3. Munculnya masalah sosial lain (pedang asongan, penjahat jalanan, pengemis, pengamen), 4. Terbengkalainya atau tidak dihargainya waktu, 5. Label buruk/ikon negatif atas kota, daerah, 6. Enggannya orang berinfestasi, 7. Turunnya pendapatan dan lambatnya geliat perekonomian, 8. Ketidak percayaan nasional maupun insternasional.[CDL-04042016]

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: , , ,

Related For Dampak Kemacetan: Dari Emosi sampai Kerugian Ekonomi