Polisi “Rahasikan” Penyidikan Ledakan Terowongan PLTA Karo yang Menewaskan 7 Pekerja

Thursday, 3 March 2016, 20:36:56 | TRANSSUMATERA

TRANSINDONESIA.CO – Penyebab terjadinya ledakan yang mengakibatkan tujuh orang pekerja tewas dan enam orang luka bakar lainnya di terowongan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT. Wampu Eletrik Power (WEP) di Desa Rih Tengah, Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi misteri.

Sementara Polres Tanah Karo yang menangani kasus tersebut sampai saat ini terkesan merahasiakan pemeriksaan tiga pimpinan perusahaan tersebut. Sampai kini penyelidikan yang dilakukan polisi pada perusahaan asal Korea Selatan itu belum dirilis polisi.

Sedangkan penyelidikan Laboratorium Forensik (Labfor) oleh Polda Sumatera Utara juga terkesan menutupi peristiwa tersebut.

Tim Labfor Polda Sumut saat melakukan olah TKP di terowongan PT. WEP yang menewaskan 7 pekerja dan 6 luka bakar.[Don]

Tim Labfor Polda Sumut saat melakukan olah TKP di terowongan PT. WEP yang menewaskan 7 pekerja dan 6 luka bakar.[Don]

“Soal pemeriksaan pimpinan PT. WEP, tidak bisa disampaikan, ini rahasia. Nanti saja setelah selesai dari Labfor Poldasu, karena ada unsur kimianya,” kata Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Martua Man,  kepada wartawan Kamis (3/3/2016).

Ketidak terbukaan Polres Tanah Karo ini menjadi Tanya besar di masyarakat, apalagi tiga orang pimpinan WEP berkebangsaan Korea itu telah diperiksa selama tiga jam di ruang Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Karo.

Ketiga pimpinan PWEP yang dipeiksa adalah, Im Hung Sun (Civil Engineering) PT. Posco Engineering Indonesia, Kim Son Ho (Manager) dan Mr. Ju.

Sementara, pemerhati lingkungan Karo, Ferdinan Sipahutar, mengatakan penyidikan polisi mmebuat pihkanya menjadi ragu akan keseriusan penanganan kasus perusahaan asing tersebut.

“Sampai sekarang belum ada kabar terang benderang dari kasus ini. Berangkali ada indikasi terjadinya peristiwa akibat human error,” ucapnya.

Menurut Ferdinan, sejak berdirinya perusahaan tersebut banyak terdapat kesalahan yang ditemukan dilapangan diantaranya, tidak melengkapi puluhan izin untuk pengoperasian perusahaan dan tidak adanya sistem keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

“Perusahaan itu juga tidak mendaftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan dan masih banyak lagi. Berdasarkan kesalahan WEP itu sudah dapat menyimpulkan penyebab terjadinya insiden tersebut, tapi kemungkinan besar ada kepentingan tertentu maka kasusnya tidak terbuka,” katanya.

Selain itu, Mr. Wong selaku penanggung jawab di PT. WEP terindikasi melakukan penyimpangan pasport yang digunakan untuk dapat masuk ke Indonesia, karena Mr. Wong menggunakan paspor kunjungan wisata bukan untuk bekerja di Indonesia.[Don]

tags: , , , ,

Related For Polisi “Rahasikan” Penyidikan Ledakan Terowongan PLTA Karo yang Menewaskan 7 Pekerja