Omdo: Penuh Debat dan Keluhan

Wednesday, 30 March 2016, 14:41:30 | TRANSGLOBAL

TRANSINDONESIA.CO – Presiden Jokowi, 19/03/2016 : “Sejak Indonesia merdeka sampai sekarang 70 tahun, kita baru punya 840 Km jalan tol. Di Tiongkok, mereka sudah punya 60.000 Km jalan tol. Setiap tahun mereka bangun 4.000-5.000 Km.” Saya berikan target dari Merak sampai Surabaya thn 2018 harus sambung, nggak ada alasan apapun!” Selama 8 tahun, Tiongkok mampu selesaikan 16.000 Km jalur kereta cepat. Kerja-kerja seperti itu yang harus kita contoh. Kita mau kerjakan (jalur kereta cepat) Jakarta-Bandung saja sudah ramai, padahal cuma 150 km. Kita ini senang ramai … saya ingin ubah ramainya … agar ramai kerja …  enggak ramai debat.”

Kutipan di atas menjadi suatu contoh kegiatan 2 manual banyak omdo (omong doang) dari tahun ke tahun sangat lambat kerjanya dan kecil produktifitasnya.

Yang dihitung semestinya bukan meetingnya, bukan pula pokjanya (kerja tim/kelompok kerja) melainkan pada produktifitasnya. Meeting, pokja bisa dengan cara-cara on line tidak harus selalu manual.

Ilustrasi

Ilustrasi

Berbagai alasan ini dan itu kebanyakan mengeluh sehingga waktunya habis tanpa solusi, dan energi habis untuk berdebat sana sini tanpa solusi.

Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bukan hanya di level atas saja namun juga sampai di level bawah. Apapun yang baru atau untuk perbaikan dan pembangunan akan didebat dan setelah itu sama-sama tidak melakukan apa-apa.

Perdebatan dan keluhan dalam birokrasi yang tidak memberi solusi merupakan refleksi balung kere. Mental pengemis, tidak ada produktifitas apapun hanya nyadong sedekah. Dan perdebatan dan tindakan yang dilakukan sama-sama tidak ada hasilnya, sama-sama tidak maju dan sama-sama remuk dan tidak dipercaya dimana-mana.

Mental balung kere ini menunjukan tingkat kebiadaban dalam birokrasi yang hanya mengerat dan tidak memiliki semangat maju dan memperbaiki. Orang-orang seperti itu tatkala diberi kekuasaan akan melakukan renang gaya katak: sungkem ke atas, menyepak ke samping dan menginjak yang dibawah.[CDL-30032016]

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: , ,

Related For Omdo: Penuh Debat dan Keluhan