Melik Nggendong Lali: Kuasa Penyebab Lupa

Saturday, 5 March 2016, 14:22:48 | TRANSGLOBAL

TRANSINDONESIA.CO – Keinginan-keinginan manusiawi yang semakin besar dan cenderung menjadi keserakahan, akan semakin sulit dikendalikan. Hasrat yang tidak terkendali akan menjadikan rasa yang membuatnya mabuk, lupa akan apa yang semestinya dijaga atau diatur sebagai pengendalian dirinya.

Semakin tinggi strata dan kekuasaan akan semakin membuat semakin tinggi hasrat dan tingkat kelupaanya. Yang paling parah adalah lupa akan jati diri dan hakekat kehidupan. Dirinya sudah dicandui pandangan-pandangan gaya hidup hedonis. Merasa kelas atau kasta tinggi dibanding sesamanya.

Tatkala rasa “paling” telah mendominasi maka hasratnya semakin menggelora dan membuatnya lupa segalanya. Apa yang dijadikan kebaikan menjadi cerminan keserakahan dan ambisi-ambisi yang tak terkendali.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kebijakan-kebijakan yang tidak bijaksana bagai panggang jauh dari api, akan jauh pula dari apa yang diharapkan dan dibutuhkan banyak orang. Apa yang dibuatnya hanyalah bagaimana ia terus bisa mengembangkan ambisi dan kekuasaanya, dan dipuja-puji krooni-kroninya.

Kebaikan dan kebijaksanaan yang ekslusif menjadi suatu tanda bahwa kerauhan pada tingkat akar rumut. Apa yang menjadi kekuatan dan kekuasaan hanya menggantung pada patron atau andalannya. Tatkala patronnya jatuh atau lengser iapun akan ikut hancur pula.

Kaum penguasa melupakan ini, memikirkan sesaat kesenanganya dan memanfaatkan semaksimal apa yang dapat dilibasnya. Pemimpin semacam ini akan lupa kepada bawahan dan rakyatnya. Apa yang dilakukan akan berdampak luas dan menjadikan kesengsaraan, kedukaan panjang atau malah menjadi suatu kutukan?.[CDL-05032016]

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: , , ,

Related For Melik Nggendong Lali: Kuasa Penyebab Lupa