Keadilan Dikalahkan Kepentingan dan Ketakutan

Tuesday, 8 March 2016, 16:53:58 | TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Para pemilik kewenangan dan kekuasaan seringkali didalam mengambil keputusan maupun kebijakan menjadi bimbang. Kebimbangannya untuk menegakkan kebenaran dan keadilan seringkali dikalahkan oleh kepentingan dan ketakutan.

Tatkala melihat peluang dan dapat memberi keuntungan bagi pribadi dan kroninya, dapat mengabaikan keadilan demi kepentingan pribadi atau kelompok. Bisa juga keadilan malah diinjak-injak tatkala ada intervensi entah dari atasan maupun dari massa yang memaksakan kehendak.

Semestinya tahu tetapi tidak mampu berbuat sesuatu. Bs juga karena sudah ada pesan sponsor atau telah menerima suap, atau diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang keliru. Tatkala didukung pesan sponsor atau ada backingnya maka keadilan pelan-pelan dibiarkan menguap terbang digantikan dengan diskriminasi, pemerasan, penindasan, pemaksaan, pengancaman, bahkan tindakan-tindakan anarkis yang didesign oleh pemegang kekuasaan maupun sudah didesign yang memaksa untuk dilakukan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Keadilan acapkali dipakai sebagai sarana seremonial semata. Dijadikan slogan bahkan sebagai janji-janji dalam berbagai kegiatan politik. Tatkala para pemegang kekuasaan adalah orang-orang produk hutang budi, atau orang-orang opportunis pencari jabatan sangat kecil harapan adanya keadilan.

Dalam lagu Iwan Falm,  ada syair yang berbunyi: “……keadilan adalah milik anjing si tuan polan ..”. Hukum pun bisa tidak memberi keadilan tatkala sudah dirasuki kepentingan dan intervensi. Para penegak hukum bisa jadi tidak mampu, tidak tahu, atau tidak mau tahu.

Keadilan semestinya menjadi yang pertama dan utama untuk diterapkan dan bisa mengalahkan kepentingan maupun ketakutan. Para penegak keadilan sadar bawa manusia dan memanusiakan manusia adalah core valuenya.

Jabatan, kekuasaan, kenikmatan dan hal-hal keduniawian tidaklah didewakan. Kebenaran akan menjadi bagian dari keadilan karena keberanian muncul adanya kebenaran. Berani karena benar adalah spirit dari keutamaan. Tatkala masih banyak peluang menyimpang maka para pemegang kekuasaan, kewenangan akan kehilangan keutamaan karena penuh kebimbangan.[CDL-08032016]

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: , , ,

Related For Keadilan Dikalahkan Kepentingan dan Ketakutan