TRANSGLOBAL

Kurangi Risiko Disfungsi Ereksi dengan Seks

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Disfungsi Ereksi (DE) tidak hanya berpengaruh pada individu yang menderita DE, namun juga pada pasangan, hingga pada produktivitas kerja.

Sayangnya, tidak banyak pria yang mau mengakui bahwa dirinya mengalami DE. Alasannya, bisa karena malu akibat pengaruh sosial budaya, atau karena faktor lain.

“Kalaupun ada yang mengetahui bahwa dirinya mengalami disfungsi ereksi, hanya 5 persen yang menjalani pengobatan baik dengan viagra, cialis, 5persen yang lain menjalani perawatan, sedangkan 90 persen lainnya tidak menjalani pengobatan apapun,” jelas dr.Nouval  Shahab,Sp.U, PhD dari RS Premier Jatinegara, dalam Penanganan Disfungsi Ereksi dengan metode ESST, di Jakarta Pusat, kemaren.

Ilustrasi
Ilustrasi

Sebenarnya melakukan hubungan seksual secara rutin mampu mengurangi risiko disfungsi ereksi pada pria.

“Hubungan seksual dengan frekuensi yang teratur, dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi pada laki-laki usia 30 hingga 75 tahun,” ucapnya.

Lebih lanjut Nouval menjelaskan, bahwa menurut standar WHO, hubungan seksual wajar dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu.  Namun dia juga menambahkan bahwa, meskipun jumlahnya lebih atau kurang dari yang dianjurkan WHO, asal dilakukan secara rutin, itu juga mampu mengurangi risiko DE.[Viv/Nik]

Related posts

Awas, Akses Situs Porno di Android Bakal Didenda Jutaan Rupiah?

transindonesia.co

Kepribadian Plin-Plan

transindonesia.co

Masjid Dirusak, Umat Islam Kanada Undang Publik Berdialog

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.