IPW Desak Polri Transparan Soal Narkoba yang Melibatkan Ivan Haz dan 3 Anggota KPK

Sunday, 28 February 2016, 11:13:42 | TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Indonesia Police Watch (IPW) desak Polri transparan dalam menangani kasus dugaan narkoba yang melibatkan anggota DPR RI, Fanny Safriansyah  (Ivan Haz), anak mantan Wapres Hamzah Haz dan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hingga saat ini kasusnya seperti ditutup rapat oleh Polri. Padahal, jika kasus narkoba itu melibatkan orang bisa, polisi dengan cepat memenjarakannya, walau barang buktinya hanya selinting ganja,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, di Jakarta, Mingu (28/2/2016).

IPW menilai, sejak awal penanganan kasus Ivan Haz maupun kasus penangkap 3 penyidik KPK oleh Polres Jakarta Utara terkesan sangat tidak transparan. Ivan ditangkap POM Kostrad di perumahan Kostrad, Jaksel pada 21 Febuari 2016. Lalu diserahkan ke BNN dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso menyebutkan, kasus Ivan diserahkan ke Direktorat IV Narkotika Bareskrim Polri. Namun hingga kini keberadaan Ivan tidak jelas.

        Ilustrasi

Ilustrasi

Hal yang sama terjadi dalam kasus tiga penyidik KPK. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa ketiganya diduga terlibat menggunakan ampetamin tapi kemudian dilepas polres.

“Kita pertanyakan, sikap aneh Polri dan mendesak Polri menjelaskan, ada apa sebenarnya di balik semua ini. Komisi III DPR jangan hanya diam melihat sikap aneh Polri ini. Begitu juga KPK perlu melakukan klarifikasi, apakah benar ketiga penyidiknya itu terlibat ampetamin atau tidak. Sehingga ada kejelasan. Jangan sampai muncul kesan di masyarakat bahwa orang orang KPK kebal hukum dan tdk bisa tersentuh hukum. Setelah kasus Novel Baswedan dideponering Jaksa Agung, kini giliran tiga penyidik KPK dilepas polisi,” katanya.

Bagaimanapun kata Neta, citra KPK harus dijaga, namun jika ada orang orang KPK yang melakukan pelanggaran hukum harus tetap diproses agar tidak ada diskriminasi. Begitu juga dalam kasus Ivan Haz, jika memang terlibat narkoba harus segera ditahan dan diproses secara hukum.

“Proses hukum tidak mengenal anak mantan wapres atau bukan, jika melakukan pelanggaran hukum harus diproses dan ditahan. Jika Polri bersikap diskriminatif dan publik permisif terhadap kasus Ivan serta kasus ketiga penyidik KPK, Indonesia akan terus terjebak dalam darurat narkoba dan negeri ini akan terus menerus menjadi bulan bulanan sindikat narkoba,” terangnya.

Untuk itu Neta berharap, Kostrad mempertanyakan kelanjutan kasus Ivan ini ke Polri. Bagaimanapun Kostrad bertanggungjawab secara moral setelah melakukan penangkapan.

“Apalagi anggota TNI yang ditangkap bersama Ivan Haz saat ini sudah ditahan dan diproses,” ujarnya.[Lin]

tags: , , , ,

Related For IPW Desak Polri Transparan Soal Narkoba yang Melibatkan Ivan Haz dan 3 Anggota KPK