Bentor dan Ojek, Inovasi dan Kompetitor Legal Konvensional

Tuesday, 26 January 2016, 15:44:57 | TRANSGLOBAL, TRANSPOLHUKAM

TRANSINDONESIA.CO – Inovasi-inovasi angkutan umum yang baru dikelola secara digital pada satu sisi memudahkan dan cepat melayani, namun di sisi lain bagi angkutan umum yang sudah legal formal dan lama dirintis bisa menjadi semakin melemah.

Penumpang banyak beralih pada angkutan baru yang secara safety lemah, secara yuridis melanggar, baik modifikasi maupun peruntukanya. Secara administrasi belum ada acuan, secara operasional juga belum memenuhi sandar, demikian halnya untuk kompetensinya.

Angkutan umum dengan modifikasi secara fisik (bentuk), maupun peruntukan merupakan penyimpangan dan melanggar hukum. Tapi, keberadaanya memang terus ada dan dibutuhkan masyarakat.

Angkutan umum secara legal formal diwajibkan memenuhi berbagai persayaratan baik administrasi, operasional dan bahkan pajak maupun asuransi.

Setiap angkutan umum jaminan keselamatan (termasuk asuransi) menjadi standar dan kebutuhan bagi perlindungan konsumen.

Pengemudi becak ugal-ugalan di jalan.(Dok)

Pengemudi becak ugal-ugalan di jalan.(Dok)

Angkutan umum yang konvensional tatkala tidak merubah pola dan sistem-sistem yang nampu mengikuti perubahan zaman yang cepat maka akan bisa ditinggalkan bahkan bisa mati karena tidak ada lagi yang menggunakan.

Sistem-sistem  administrasi, standar pengoperasionalan dan standar kompetensi akan dikaitkan juga pada fungsi control yang akan dijdkan acuan pada penengakkan hukum dan akan digunakan sebagai bagian dari demerit sistem yang menerapkan sistem apresiasi dan penindakan atas sistem perpanjangan SIM.

Apresiasi atas pemegang SIM merupakan bagian yang penting bagi pemegang SIM yang selama memegang SIM tidak melakukan pelanggaran maupun tidak terlibat kecelakaan.

Inovasi dan potensi konflik akan saling beriringan selama dalam perebutan dan untuk memberdayakan sumber daya yang masih banyak wilayah abu-abu, antara diijinkan atau dilarang menjadi tidak jelas. Dibiarkan dan terus ada akan menjadi bara dalam sekam yang sewaktu waktu dapat meledak.(CDL-26012016)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: , , , , ,

Related For Bentor dan Ojek, Inovasi dan Kompetitor Legal Konvensional