Memadukan Klasik dengan Kontemporer

Monday, 21 December 2015, 15:53:10 | TRANSGLOBAL

TRANSINDONESIA.CO – Apa saja, yg digolongkan klasik dijudge konvensional, katrok, ketinggalan jaman bahkan terkesan terbelakang. Pada yang klasik selalu ada nilai filosofis yang tinggi, melingkupi rasionalitas, spiritualitas dan kekhasanya sebagai bentul refleksi dari lokal genius.

Tatkala yang klasik ditampilkan seringkali diinterpretasi tidak kreatif atau bahkan dianggap tidak mampu mencipta yang baru. Secara sosiologis yang klasik sudah dianggap bukan zamanya atau tidak up to date lagi.

Karena kondisi sosial masyarakat sekarang ini sudah menjadi berbeda dan tidak lagi mau mengunakan yang konvensional. Walaupun pada masanya mengalami zaman keemasan yang di masa kini mulai diabaikan. Pada yang klasik tidak semuanya katrok dan tidak selalu ketinggalan zaman melainkan ada nilai-nilai universal yang masih bisa dijadikan acuan atau landasan di masa kini maupun bagi penyiapan di masa yang akan datang.

Sesutu yang dikategorikan kontemporer, bisa saja dimaknai sebagai sesuatu yang modern maupun post modern. Pada hakekatnya sama dengan yang klasik, karena yang sekarang ini dikatakan kontemporer di masa depan akan dikatakan sebagai yang klasik juga.

Seni tari kontemporer.

Seni tari kontemporer.

Dampak perubahan yang cepat dan mampu menembus sekat ruang dan waktu akan melunturkan segala sesuatu yang dilampauinya.

Pada sesuatu yang kontemporer serong dituding instan, menerobos pakem atau tatanan, rapuh, walaupun proses juga dilalui contohnya, pada bentuk bangunan menjadi minimalis, dalam film kartun yang secara klasik 24 sampai 36 gambar sering diterabas menjadi 8 gambar saja.

Film-film sekarang didukung teknologi animasi, dalam seni lukispun model lukisan hiper realis maupun poster dan surialis bisa dengan sistem digital printing sehingga tinggal diwarnai.

Dibidang teknologi model-model lawasan bisa juga didaur ulang. Pada film The Avengers, expandable ditampilkan kembali tokoh-tokoh klasik untuk menunjukan nilai-nilai filosofis, sosiologis yang dikemas dalam teknologi canggih yang dibenturkan pada pola-pola yang di mix antara klasik dan kontemporer untuk menjadi sesuatu yang baru walaupun produk daur ulang.

Dimana yang klasik akan menjadi abadi, yang kontemporerpun akan memiliki karakter mampu mengadu kekuatan dalam persaingan dmodernitas maupun post modern.(CDL-Jkt211215)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags: , ,

Related For Memadukan Klasik dengan Kontemporer