TransIndonesia
TransIndonesia

Jokowi Diminta Pecat Kejagung

Thursday, 22 October 2015, 01:42:26 | TRANSPOLHUKAM
Jaksa Agung HM Prasetyo .(ist)

Jaksa Agung HM Prasetyo .(ist)

TRANSINDONESIA.CO – Presiden Joko Widodo dimita segera memecat kader Partai Nasdem HM Prasetyo dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung).

Desakan itu dikarena adanya indikasi kuat keterlibatan partai tersebut dalam kasus suap terkait penanganan perkara penyalahgunaan dana Bansos Provinsi Sumut di Kejaksaan Agung yang melibatkan bekas Sekjen NasDem Patrice Rio Capella dan bekas Ketua Mahkamah Partai Nasdem OC Kaligis.

“Jika Prasetyo tak mau mundur sendiri, maka tak ada cara lain, Presiden Jokowi harus segera memecat yang bersangkutan,” tegas pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Budyatna dihubungi wartawan, Rabu (21/10/2015).

Menurut Budyatna, Jokowi tidak bisa membiarkan adanya konflik kepententingan karena bagaimanapun Prasetyo adalah kader Partai Nasdem, dimana beberapa pentinggi partai tersebut sudah dijadikan tersangka terkait dugaan suap oleh Gatot Pudjonugroho, bekas Gubernur Sumut yang terlibat kasus penyalahgunaan dana Bansos.

“Pemecatan harus dilakukan agar tidak muncul kontroversi pencopotan seperti yang pernah terjadi di era Jaksa Agung Abdurahman Saleh,” ujarnya.

Dia menuturkan, ketika Abdurahman Saleh dicopot seingatnya sempat terjadi kontroversi karena menurut UU Kejaksaan, persyaratan pemberhentian jaksa agung hanya bila meninggal dunia, permintaan sendiri, sakit jasmani atau rohani terus-menerus, berakhir masa jabatan, atau merangkap jabatan.

“Jadi kalau dicopot kan bertentangan, maka lebih baik Prasetyo dipecat saja. Akan sangat logis bila Jokowi memecat Prasetyo karena bagaimanapun dugaan keterlibatan para petinggi Partai Nasdem itu karena untuk mengamankan bekas Gubernur Sumut dari kasus yang dituduhkan padanya,” tambahnya.

Jika untuk pihak lain saja mereka bisa berjanji ‘mengamankan’ kasus, apalagi ini terkait kader atau elit partainya sendiri. Karenanya, tidak mungkin Prasetyo bisa profesional dan sportif, juga tidak mungkin tidak campur tangan kalau bisa.

“Jadi pencopotan lebih cepat lebih baik. Dan perlu dilakukan karena kasus ini juga diduga melibatkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh,” kata dia.

Meski kasus yang melibatkan petinggi Nasdem ditangani KPK, tapi bagaimanapun para penuntut di KPK adalah para jaksa yang notabene adalah anak buah jaksa agung. Bisa saja Surya Paloh sebagai ketua umum Partai Nasdem memerintahkan kadernya yang Jaksa Agung HM Prasetyo untuk mengintervensi kasusnya melalui para jaksa di KPK terutama jika itu terkait diri Surya Paloh sendiri.

“Nah, dengan pergantian jaksa agung, maka peluang intervensi terhadap kasus ini akan tertutup. Bisa saja dalam pengembangannya KPK kemudian menemukan bukti keterlibatan Surya Paloh,” tambahnya.

Bahkan, sambung Budyatna kalau jaksa agungnya diganti, maka KPK akan lebih leluasa untuk mengembangkan kasus ini terutama jika hal itu terkait Surya Paloh sendiri.

“Jadi agar kasus ini terbongkar sampai ke akar-akarnya, dan dugaan adanya praktek-praktek ‘pengamanan’ kasus bisa diberantas,” tandasnya.(Bb/Yan)

tags:

Related For Jokowi Diminta Pecat Kejagung