Kuliner: Soto Seger Mbok Giyem Bekasi

Sunday, 23 August 2015, 13:53:56 | TRANSGLOBAL, TRANSJAWA
Soto Seger Mbok Gyem di Bekasi.(TRANSINDONESIA.CO/Yan)

Soto Seger Mbok Gyem di Bekasi.(TRANSINDONESIA.CO/Yan)

TRANSINDONESIA.CO – Panas teriknya langit Kota Bekasi Minggu (23/8/2015), pada separuh masa kemarau tahun ini, para pemburu kuliner tak gentar menelusuri sajian makanan lezat diperbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kali ini, keluarga TRANSINDONESIA mampir ke Soto Seger Mbok Giyem Cabang Boyolali-Solo, yang terletak di Jalan Bantar Gebang-Setu, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi.

Duduk di barisan kursi pojok dengan meja panjang, langsung disambut pelayanan dan hidangan pangan kecil berupa tempe, risol, sate ati ampla, sate telur puyuh dan beraneka ragam kerupuk telah tersedia di meja.

Belum habis pangan kecil sebagai makanan pembuka, beberapa menit kemudian menu utama sajian empat mangkok soto yang dicampur nasi siap untuk disantap.

Srup….langsung saja sesendok demi sesendok soto panas itu ternikmati dan berasa seger di tubuh dengan berkucurnya keringat dikening menambah keistimewaan Soto Seger Mbok Giyem Cabang Boyolali-Solo.

Pengunjung yang tak hentinya datang silih berganti, mulai dari mereka berekonomi tinggi dan pas-pasan memenuhi deretan kursi dan meja di warung soto yang dikelola oleh Rosa bersama orangtuanya.

Terlihat, deretan mobil dan sepeda motor yang memenuhi halaman yang tak lebih dari 15 x 7 meter itu tak mampu menampung parkir para pengunjung.

“Kalau hari libur seperti Sabtu dan Minggu, jam 20.00 biasanya sudah habis,” kata Rosa saat berbincang dengan Transindonesia.co.

Rosa mengungkapkan, pada hari libur bisa mencapai 500 mangkuk lebih habis terjual, sedangkan pada hari kerja bisa mencapai 300 mangkok perharinya.

“Kalau hari kerja, bisa sampai jam 21.30,” kata wanita muda berparas manis yang duduk di meja kasir.

Rosa yang juga aktif membantu para pekerjanya untuk membereskan hidangan yang ramai pengunjung, sedangkan orang tuanya sibuk didapur meramu resep soto peninggalan Mbok Giyem yang kini telah tiada.

Meski Mbok Giyem telah tiada, tapi ramuan sotonya terus dirasakan lidah-lidah penikmat soto yang kini telah merambah Jawa Barat dan Jakarta.

“Rasanya sangat enak dan seger,” kata pengunjung lainnya yang mengaku sering datang bersama rekan-rekannya untuk makan siang.

Penikmat Soto Seger Mbok Giyem.(TRANSINDONESIA.CO/Yan)

Penikmat Soto Seger Mbok Giyem.(TRANSINDONESIA.CO/Yan)

Meski belum banyak warga sekitar yang tahu akan kenikmatan Soto Seger Mbok Giyem yang dibuka belum genap satu bulan tepatnya pada 27 Juli 2015, tapi Rosa mengaku pelanggannya bahkan banyak dari daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Banyak juga pelanggan yang datang dari Cikarang, bahkan ada yang dari Jakarta,” katanya.

Rosa pun menuturkan, disaat terjadinya kenaikan harga-harga seperti daging yang menembus diatas harga Rp100 ribu, sama sekali tidak mempengaruhi penjualannya bahkan dia tetap menjual dengan harga Rp8.000/porsi.

“Tidak pengaruh, perporsinya juga tidak ada kenaikan harga,” kata Rosa yang menerima pesanan soto untuk acara-acara keluarga maupun kantor.

Selain dapat menikmati kesegaran soto, pengunjung juga tidak perlu khawatir akan merogoh kantong hingga dalam.

Untuk empat porsi soto, empat es teh manis, sate dua ati ampla dan dua sate telur puyuh dan dua kerupuk ditambah tempe goring hanya merohog kocek Rp68.000.

Jadi, kapan lagi memburu kuliner enak, seger dan murah? Andapun diingatkan akan kecepatan anda untuk datang agar tidak ketinggalan (kehabisan) Soto Seger Mbok Giyem!(Yan)

tags:

Related For Kuliner: Soto Seger Mbok Giyem Bekasi