Kecipratan Pelemahan Kesadaran

Thursday, 4 June 2015, 15:56:24 | TRANSGLOBAL
Ilustrasi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Kecipratan, basah karena diberi atau dibagi agar tidak marah, tidak buas, jinak dan diam. Anjing menyalak krane aada sesuatu yang asing, tatkala diberi tulang atau makanan ia asik dengan mainan barunya, kalau habis atau bosan dia akan menyalak lagi.

Analogi ini bisa saja dikaitkan dengan cipratan-cipratan yang diberikan para mafia birokrasi. Mereka sudah begitu kuat menggurita, bagi yang kecipratan dengan santai mengatakan, “tik yan timbang ra keduman” (sitik-sitik lumayan – til yan). Sedikit biarlah, yang penting rutin daripaad tidak kebagian.

Karena, melawanpun percuma dari Ndoro Ageng sampai ndoro-ndoro Mbek semua kebagian atau semua kecipratan. Tidak menerima cipratan dianggap melawan, tidak loyal, diberi segar-segar malah cari pahitan.

Kecipratan adalah strategi mafia melibatkan semua pihak kecanduan dan permisive atas perilakunya yang menyimpang, dan kalau perlu yang kecipratan-kecipratan untuk tepuk tangan memuji dan mengkultuskannya sebagai sang pahlawan. Kaum kecipratan tidak peduli dari mana asalnya uang, dan bagaimana cara mendapatkannya.

“Yg haram kan perbuatanya, bukan uangnya” begitu kata mereka.

Kaum kecipratan seperti sudah kecanduan dan menganggap cipratan-cipratan sebagai japrem (jatah preman).

Cipratan-cipratan ini sedekah sak dremo (semaunya) tapi bagi yang kecipratan merasa kanugrahan, biar sedikit ping (kali) dan yang penting bagi mereka rutin sebagai bentuk pengharapan.

Cipratan-cipratan merupakan perekat solidaritas perkeliruan, bagai lem atau lendir yang membuat kecipratan kecanduan dan terus mengharapkanya. Ia akan diam, memaklumi bahkan tak segan memuji kaum penciprat. (CDL-Jkt040615)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags:

Related For Kecipratan Pelemahan Kesadaran