Melarat Ning Ningrat ‘Biar Miskin Asal Bermatabat’

Sunday, 24 May 2015, 14:18:08 | TRANSGLOBAL
Ilustrasi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Manusia sering dinilai dari kekayaan, penampilan, keberadaan, pangkat, jabatan, kedudukan baik dalam institusi hingga dikeagamaan.

Simbol-simbol tanda-tanda duniawi begitu diagungkan, dimuliakan yang tak jarang malah melemahkan atau melecehkan manusia lainnya.

Kemiskinan membuat manusia sengsara dan dihina-dina bahkan ditinggalkan atau sering tidak dianggap manusia bisa bisa dikorbankan atau untuk ganjel.

Miskin belum tentu jahat, juga bukan pasti bodoh atau tidak tahu tata krama. Tutur kata dan kebiasaan memuja sesamanya, sebenarnya merupakan kesepakatan bersama dalam menunjukan strata dalam kehidupan manusia.

Yang lemah sering dijadikan korban atau ganjel dan tak jarang malah dikorbankan atau dijadikan kambing hitam. Orang-orang kebanyakan memimpikan perbaikan, peningkatan, dan pola hidup yang lebih baik, namun status sosial membuat gradasi dan sekat-sekat yang justru merendahkan martabat manusia itu sendiri.

Keberadaan manusia bagi yang rentan, lemah, termarginalkan akan dilabel buruk dari kebiasaanya, tutur kata dan perbuatan-peraturan.

Martabat manusia memang wajib diangkat, miskin tetap memiliki harga diri sebagai manusia yang bisa diberdayakan, diajak berpartisipasi. Penyadaran bagi yang berkuasa, yang lebih kuat dan yang lebih mampu untuk berani dan mau berbagi serta berbela rasa kepada yang menderita dan miskin papa.(CDL-Jkt240515)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags:

Related For Melarat Ning Ningrat ‘Biar Miskin Asal Bermatabat’