Di Makasar Polisi Tembak Polisi

Saturday, 23 May 2015, 09:15:05 | TRANSSULAWESI
Ilustrasi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Perwira kepolisian bernama AKBP Hardeni yang menduduki jabatan Kasat Sabhara Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, menembak sesama polisi bernama Aiptu Simamorang. Anggota kepolisian yang tertembak bagian pelipis itu akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham mengatakan, kasus penembakan yang dilakukan AKBP Hardeni sudah ditangani.

Dalam laporannya, diduga AKBP Hardeni tidak sengaja memuntahkan peluru dari dari moncong senjata api sejenis soft gun sehingga mengenai Aiptu Simamorang yang berjarak beberapa meter saja.

“Senjata itu tidak mematikan. Senjata itu bukan seperti milik Polri, tapi disimpan di rumah,” kata Abraham kepada wartawan, Jumat (22/5/2015).

Kasus penembakan yang dialami Aiptu Simamorang, terjadi di Polsekta Rappocini pada Rabu 20 Mei 2015. Saat itu, AKBP Hardeni bersama jajarannya beristirahat usai melakukan pengamanan bentrokan dengan mahasiswa di Kampus Unismuh di peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Beruntung, Aiptu Simamorang hanya mengalami luka ringan di pelipis dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Malam itu juga usai mendapat perawatan tim medis, Aiptu Simamorang langsung dipulangkan ke rumahnya. Sebelumnya kasus penembakan ini disembunyikan polisi.

Selain kasus penembakan, Kasat Sabhara Polrestabes juga diduga meminta sejumlah setoran dari sejumlah pengusaha. Seperti di Kafe Ratu, Jalan Latimojong, dengan meminta Rp3,5 juta per bulan. Namun karena tidak memenuhi permintaannya, perwira polisi itu menyita beberapa dus miras.

Ketua Asosiasi Tempat Hiburan di Makassar, Zulkarnain, mengatakan bahwa sejumlah tempat hiburan dan pedagang miras diharuskan memberi upeti kepadanya. Menurut dia, polisi tidak memiliki kewenangan dan hak menyita miras dan periksa izin tempat hiburan malam (THM).

“Itu kan hak dan wewenang Pemkot Makassar. Saya malah tantang kasatnya untuk lanjut ke pengadilan, atau saya lapor ke Kompolnas,” tuturnya.

Terkait hal itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham menegaskan jika ada anggotanya melakukan perbuatan salah dilaporkan secara hukum agar jelas dan bisa menindaklanjutinya. Soal anggota polisi yang meminta uang kepada pedagang, tidak dibenarkan.

“Ada ratusan polisi bawahan saya tidak bisa saya jangkau. Mohon bantuan jika ada seperti itu,” ujarnya.(okz/jei)

tags:

Related For Di Makasar Polisi Tembak Polisi