Setelah SBY, Giliran Ibas Minta Presiden Tak “Asal Nyeplak” Soal Hutang IMF

Tuesday, 28 April 2015, 14:15:07 | TRANSBISNIS
International Monetary Fund (IMF)

International Monetary Fund (IMF)

TRANSINDONESIA.CO -Melalui twitter, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengeluarkan pendapat terkait hutang International Monetary Fund (IMF) sebelum mendapatkan informasi yang akurat.

“Apakah pak Jokowi keliru mendapatkan informasi?! Polemik mengenai hutang IMF sudah sangat jelas diselesaikan di era Presiden SBY Indonesia sudah melunasi semua hutang kepada IMF pada tahun 2006 lalu, lebih cepat empat tahun dari jadwal pelunasan yang ditetapkan,” terang anggota ketua Fraksi Partai Demokrat, Selasa (28/4/2015).

Ditambahkan Ibas, pemerintahan saat ini seharusnya tidak perlu khawatir terkait hutang IMF karena beban hutang IMF tersebut sudah dilunasi indonesia saat masa pemerintahan Presiden SBY. Lanjut ibas, hutang Indonesia ke IMF yang keseluruhannya berjumlah 9,1 miliar dolar AS,atau senilai Rp 117 triliun telah dilunasi saat SBY menjabat.

“Saya berharap tidak ada kesan seolah-olah pemerintahan Jokowi terbebani hutang IMF pemerintahan sebelumnya. Justru seharusnya pemerintahan Jokowi berterima kasih karena hutang IMF telah dilunasi bahkan ekonomi Indonesia tumbuh pesat dan menjadi bagian ekonomi dunia,” jelas Ibas.

Lebih lanjut Ibas menguatkan alasan SBY mempercepat pelunasan utang IMF itu. “Saat SBY menjabat, ekonomi Indonesia tumbuh relatif tinggi, sektor riil bertumbuh, fiskal aman dan cadangan devisa kuat,”jelas Ibas.

Dengan demikian lanjut Ibas, Indonesia tidak lagi didikte dan minta persetujuan kepada IMF dan negara-negara donor (CGI) dalam pengelolaan ekonomi, termasuk penyusunan APBN.

“Jadi berkat pemerintahan SBY lah, rakyat Indonesia tidak lagi berhutang kepada IMF dan juga bebas dari trauma masa lalu, sehingga bisa lebih berdaulat menentukan perekonomiannya sendiri ” tutup Ibas.(dod)

tags: ,

Related For Setelah SBY, Giliran Ibas Minta Presiden Tak “Asal Nyeplak” Soal Hutang IMF