TransIndonesia
TransIndonesia

Lawan Proxy War Tanpa Kebencian dan Kekerasaan

Thursday, 26 March 2015, 07:19:28 | TRANSPOLHUKAM
Ilustrasi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – “Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti”, segala angkara murka lebur atau dikalahkan dengan cinta kasih dan dengan kebaikan.

Hasrat membalas dengan kekerasan adalah akar tumbuh dan berkembangnya kebencian. Tatkala sudah menjadi kebencian maka akan sulit dicarikan solusi waras, nalar sudah dibuang dengan emosi dan amarah.

Proxy war memang menanamkan kebencian, permusuhan, iri dengki, kekecewaan yang ditonjolkan. Keburukan-keburukan sebagai isu dan kesalahan-kesalahan dijadikan isu utama.

Dampaknya, saling menyalahkan dan tidak terjadi soliditas dan saling tikam, saling serang. Sehingga segala kesadaran akan rasa persatuan, kesatuan melemah, atau bahkan hilaang tinggal mereka dengan suara lantang meneriakan: “pimpinan saya ambil alih….” (maaaf meniru gaya dan up ketika masuk lapangan upacara sudah dengan pedang terhunus).

Yang diambil alih adalah segala sumber daya yang ada dan benar-benar rakyat lagi yang dieksploitasi, yang jadi korban dan bulan-bulanan.

Membuat rakyat sadar untuk tidak gontok-gontakan memang tidak gampang, diperlukan guru bangsa, patriot sejati yang bukan pecundang dan pengecut.

Para pejuang-pejuang inilaah akan lahir dari bawah dan mereka inilah perekat dan pencegah kekerasan, penghambat kebencian bahkan juga penyadaran dan penyelamatan bagi banyak orang yang akan ditumbalkan sebagai dampak proxy war.

Pejuang ,patriot ini adalah pemimpin yang bisa jadi panutan kalau saya menganaalogikan gelar-gelar pemimpin pada masa lalu dengan gelar…“Senopati Ing Alogo (panglima perang), Aayidin Panoto Gomo Khalifatulah (pemuka agama dan penebar kebaaikan atau mengajaarkan jalanjalan kebenaran).

Banyak yang mau memimpin karena mengejar previlagenya, lupa kalau harus berani sebagai senopati ing ngalogo, tidak mampu sebagai sayidin panoto gomo, apalagi sebagai khalifatulah jelas tidak mungkin.

Saling menyalahlkan, beropini penuh dengan kemunafikan, menebar kebencian, mengadu domba dan lupa lagi-lagi rakyat susah dibuatnya.

Kebaikan, kebenaran, empowering, cinta kasih akan menyadarkan dan membangun kembali sebagai perekat untuk kembali menjadi kesatuan yang bermartabat bagi bangsa dan negara.(CDL-Jkt260315)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags:

Related For Lawan Proxy War Tanpa Kebencian dan Kekerasaan