Nglaras Sinambi Leyeh-leyeh

Sunday, 18 January 2015, 10:59:37 | TRANSGLOBAL
Taman Lansia Bandung.(ist)

Taman Lansia Bandung.(ist)

TRANSINDONESIA.CO – Kenikmatan dan kedamaian adalah dapat menikmati suasana, dan ada rasa aman nyaman tentram dan damai.

Bagi orang Jawa sering dikatakan ‘nglaras’ dan ‘leyeh-leyeh’ maknaya adalah, memiliki waktu, tempat dan kesempatan melepas kelelahan, kepenat dan kesesakan hidup. Sedangkan ‘nglaras’ bisa menikmati apa yang menjadi kebutuhan bagi jasmani dan rohani yang terpenuhi.

Bagi pemerintah maupun Polisi, menciptakan suasana leyeh-leyeh dan nglaras semestinya menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan. Ada tempat, waktu, dan kesempatan.

Leyeh-leyeh dan nglaras bukaanlah suatu kemalasan, tetapi solusi melepas kepenatan, setres dan membuat orang bisa menikmati dan mengapresiasi suasana dan seni baik bersama kelurga maupun sesama personil dan rekan sejawat.

Polisi dengan pemolisianya, dan pejabat atau aparat lainya dengan kebijakan-kebijakan politiknya memang diperlukan adanya pemahaman akan manusia dan seni dalam memanusiakan manusia.

Mewujudkan manusia yang meningkat kualitas hidupnya perlu menata secara infrastruktur, waktu dan kesempatan pada ruang-ruang publik yang nyaman dan asri.

Sayangnya, ruang publik dan pelayanan publik terkesan dikerjakan sekenanya dan semaunya dengan berbagaai dalih yang tidak ada anggaran, anggaran yang tidak memadai, tidak ada sumber daya manusianya, tidak ada ini dan itu serta berbagai alasan.

Sebenarnya karena tidak adanya kepedulian dan kepekaan dan political will dan sama sekali tidak mempedulikan atau bahkan mengabaikanya.

Membangun infrastruktur dan suasana yang dapat digunakan nglaras sinambi leyeh-leyeh ini merupakan obat setres sosial.

Membangun taman kota, tempat-tempat duduk bagi warga publik yang memberikan nuansa dan suasana aman, nyaman, bersih dan asri menjadi impian bagi warga kota.

Hidup di daerah perkotaan sudah sarat dengan masalah, penat, dan banyak tekanan-tekanan yang menimbulkan stres.

Disinilah peran Polisi dan pemerintah juga stake holder lainnya dituntut peka dan peduli untuk menggarap ikon kota bagi sarana publik untuk nglaras dan leyeh-leyeh. Selamat berakhir pekan dan dan selamat berleyeh-leyeh.(CDL-170115)

Penulis: Chryshnanda Dwilaksana

tags:

Related For Nglaras Sinambi Leyeh-leyeh