Ini 17 Korupsi yang Diungkap Bareskrim Polri (6)

Tuesday, 6 January 2015, 14:09:00 | TRANSKALIMANTAN
Bareskrim Polri

Bareskrim Polri

TRANSINDONESIA.CO – Polri menempatkan penegakkan hukum tindak pidana korupsi sebagai prioritas utama, dan bersama-sama aparat penegak hukum lainnya yakni KPK dan Kejaksaan, secara bersinergi terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas penegakkan hukum tindak pidana korupsi.

  1. Korupsi Kompol Ani Sa’adah

Dugaan tindak pidana korupsi pegawai negeri yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu atau membuat tidak dapat di pakai suatu barang, akta atau surat yang dikuasai karena jabatannya yang terjadi sekitar tahun 2008 hingga 2013.

Tersangka: Kompol Ani Sa’adah

Pasal yang disangkakan: Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 10 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Barang bukti yang disita: 2 SHM dan 2 Akta

Proses hukum: Sudah P21 menunggu proses Tahap II ke JPU

  1. Korupsi tata batas di Kalimantan Selatan

Dugaan tindak pidana korupsi penyerahan dana dari Walikota Banjarmasin Muhidin kepada Bupati Tanah Bumbu Ardiansyah terkait penyelesaian tata batas tahun 2010.

Tersangka: Walikota Banjarmasin, Muhidin dan Bupati Tanah Bumbu, Ardiansyah

Pasal yang disangkakan: Pasal 5 ayat 1 huruf a dan atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUH Pidana.

Kerugian Negara: Rp 3 miliar

Perkembangan kasus: Sudah dilakukan Tahap II (penyerahan tersangka dan Barang Bukti) ke JPU.

  1. Suap Pemkab Kapuas kepada anggota DPRD Kabupaten Kapuas

Tindak pidana korupsi berupa pemberian dan penerimaan dalam bentuk uang yang disampaikan Pemkab Kapuas kepada anggota DPRD Kabupaten Kapuas dengan maksud agar memperlancar penetapan RAPBD Kabupaten Kapuas tahun anggaran 2015.

Tersangka: Tarung Imanuah (Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Kapuas), Mahmud Iip Syafrudin (Ketua DPRD Kabupaten Kapuas), Timotius Mahar (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas), Rony S Rambang (Ketua Fraksi PAN), Epok Baharudin (Ketua Fraksi Gerindra), Tommy (Ketua Fraksi PPP), Zaenal Makmur (Ketua Fraksi PKB), Edy Fahriansyah (Ketua Fraksi Partai Demokrat)

Barang bukti: Uang tunai Rp 1.814.900.000, 14 unit handphone, dan 3 Unit mobil jenis Toyota Hilux, Toyota Fortuner, dan Honda CRV.

Pasal yang disangkakan: Penerima suap, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000

Pemberi suap, Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b, dan atau Pasal 13 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp. 250.000.000

Perkembangan kasus: Masih dalam tahap penyidikan oleh Ditreskrimsus Polda Kalteng.(lp/nic)

tags:

Related For Ini 17 Korupsi yang Diungkap Bareskrim Polri (6)