TransIndonesia
TransIndonesia

Pesawat Terbang Jadi Seperti Angkot

Friday, 12 December 2014, 17:19:01 | TRANSGLOBAL
                 Pesawat

Pesawat

TRANSINDONESIA.CO – Pertumbuhan penumpang tranportasi udara yang signifikan dengan tiket murah mendorong kesibukan penerbangan ke depan seperti angkot (angkutan kota), kata Komisaris PT Regio Aviasi Indoneia (RAI) Ilham Habibie di Bandung, Kamis (11/12/2014).

“Pertumbuhan penumpang pesawat udara terus meningkat dan operasional pesawat akan semakin sibuk, seperti angkot yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya secara berantai dalam sehari. Tentunya perlu spesifikasi pesawat yang sesuai dengan karakter kawasan,” kata Ilham Habibie saat menyampaikan paparan pada Rapimprov Kadin Jabar di Bandung, Kamis.

Menurut dia, dengan karakter penerbangan di Indonesia ke depan, maka diperlukan pesawat yang handal dengan keunggulan yang sesuai dengan karakter operasional, jarak tempuh dan kondisi bandara yang ada di tanah air.

Untuk itu, perusahaan rancangbangun dan subkontraktor pesawat terbang yang dimotorinya itu memfokukan spesifikasi pesawat R80 yang tengah dikembangkannya itu sesuai dengan kebutuhan pasar dikawasan.

“Sesuai namanya Regio, kami membidik pasar penerbangan di kawasan regional ASEAN, khususnya untuk memenuhi pasar dalam negeri,” kata Ilham.

Ia menyebutkan, penerbangan bagi masyarakat Indonesia bukan hal baru sehingga angka penumpang pesawat udara terus tumbuh setiap tahunnya baik untuk penerbangan domestik maupun mancanegra.

Lebih lanjut ia menyebutkan, kebutuhan pesawat kecil di Indonesia masih cukup besar dan ceruk pasar itu menjadi potensial bagi perusahaan dirgantara di dalam negeri.

Pertumbuhan penumpang tranportasi udara itu mendorong dibukanya rute baru, serta kebutuhan terhadap pengadaan pesawat terbang terus meningkat.

“Buktinya untuk R80 sudah ada komitmen pesanan untuk 143 pesawat dari maskapai penerbangan di sini,” katanya.

Ia menyebutkan berdasar data penerbangan di tanah air, jumlah penumpang transportasi udara di Indonesia saat ini 70 juta hingga 80 juta orang per tahun. Pada 2030 di Indonesia diprediksi bisa menembus angka 250 juta.

“Dalam dunia penerbangan dikenal faktor pengali (kali) tiga dari total jumlah penduduknya untuk menentukan jumlah penumpang transportasi udara,” katanya.

Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan transportasi udara pilihan masyarakat dan meningkatkan daya saing dan menambah nilai tambah.

“Transportasi udara ke depan bukan lagi alat transportasi mahal tapi menjadi kebutuhan. Dalam diskusi kami mendapatkan pengalaman betapa transportasi udara bisa meningkatkan nilai tambah sebuah komoditas hingga lima kali lipat,” katanya.

Ia mencontohkan ikan dari perairan Pangandaran harganya bisa lima kali lebih mahal setelah dibawa ke Jakarta dengan pesawat udara dalam kondisi masih hidup.

“Kami berharap pesawat R80 akan menjawab kebutuhan masa depan tranportasi Indonesia. Kita bersinergi dengan produk PTDI, dan yakin bisa eksis karena kita tidak memulai dari nol,” kata Ilham.

Pesawat R80 memiliki kemampuan terbang di atas 20.000 kaki dan mempunyai kapasitas 80-90 tempat duduk. Biaya pembuatan pesawat canggih ini sekitar 500 ribu sampai 700 ribu dolar AS untuk engineering, prototipe, dan pengujian pesawat terbang baik di darat maupun udara.

Pesawat R80 diperkirakan rampung penyelesaiannya pada tahun 2018, disusul kemudian sertifikasi internasional yang ditrgetkan rampung 2020. Rencananya, pesawat dengan 80 tempat duduk itu akan melakukan penerbangan perdana di Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Malajengka, pada 2018.(ant/din)

tags:

Related For Pesawat Terbang Jadi Seperti Angkot