TransIndonesia
TransIndonesia

Kenaikan BBM Cekik Wong Cilik (1)

Tuesday, 11 November 2014, 05:26:17 | TRANSBISNIS
Aksi demo menolak kenaikan BBM.(dok)

Aksi demo menolak kenaikan BBM.(dok)

TRANSINDONESIA.CO – Ketika rumor tentang rencana penaikan harga BBM bersubsidi merebak, pasar diam-dian mulai bergerak, dan harga kebutuhan hidup pun meroket tanpa kendali.

Di saat kenaikan harga BBM bersubsidi benar-benar diumumkan, segera saja harga-harga kebutuhan melonjak lagi tanpa kendali. Para sopir angkutan umum tanpa menunggu aba-aba dari pemerintah, langsung menaikkan tarif sesuka hati dengan dalih harga BBM naik. Lagi-lagi rakyat tidak berdaya dan harus merasakan dampak buruknya.

Paling tidak harga-harga barang naik tiga kali. Itulah siklus yang terjadi pada setiap penaikan harga BBM. Meski pemerintah selalu menjamin bahwa penyesuaian itu tidak akan menimbulkan gejolak besar terhadap harga barang-barang di pasar, nyatanya garansi ini tak pernah terbukti. Itu karena pemerintah hanya bisa mengendalikan harga bahan-bahan pokok tertentu yang ada di bawah kewenangan Bulog saja.

Pendek kata, setiap penaikan harga BBM rakyat kecillah yang menderita. Subsidi BBM yang katanya akan dialihkan kepada rakyat miskin, pada kenyataannya bocor di tengah jalan sehingga tidak mencapai sasaran. Kelompok masyarakat yang berpenghasilan tetap (buruh, pensiunan, pegawai swasta dsbnya) menderita, karena gaji/upah yang tidak seberapa digerus oleh lonjakan harga dan kenaikan inflasi.

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hanya sebagai pelepas dahaga sesaat karena nilai, cakupan dan masa pemberiannya sangat terbatas sehingga tidak dapat meredam dampak penaikan harga BBM. Belajar dari kisruh Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pernah direalisasikan pemerintahan SBY di samping menimbulkan ‘chaos’ di masyarakat juga tidak dapat mengurangi angka kemiskinan dan beban hidup masyarakat.

Hasil kajian program studi akutansi di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebutkan, jika penaikan harga BBM menjadi alasan pemerintah tidak sanggup membayar subsidi BBM, itu adalah suatu pemikiran sesat.

Bila harga BBM tidak naik, dana subsidi yang ada di APBN tidak akan jebol karena pendapatan negara dari sektor migas seperti pajak penghasilan (PPh) migas dan penerimaan negara dari sumber daya alam (SDA) minyak bumi masih mencukupi.

Juga berdasarkan kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) ditemukan ketidakwajaran dalam perhitungan subsidi BBM yang dilakukan pemerintah sebagai dasar untuk menaikkan harga BBM.(ant/sis)

tags:

Related For Kenaikan BBM Cekik Wong Cilik (1)