Dugaan Korupsi APBD Wakatobi Didalami

Sunday, 26 October 2014, 15:45:58 | TRANSSULAWESI
Ilustrasi

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara terus mendalami adanya dugaan korupsi dana APBD Kabupaten Wakatobi yang menyeret mantan pimpinan dan sekretaris DPRD setempat.

Kasi Penuntutan Pidana Khusus Kejati Sultra Abuhar di Kendari, Minggu (26/10/2014), mengatakan kejaksaan tidak “pilih kasih” dalam menegakkan hukum tetapi berdasarkan fakta hukum.

“Penyidikan dugaan korupsi APBD Kabupaten Wakatobi tahun 2009 tidak berhenti sampai pada penetapan Pimpinan DPRD DM (56) dan Sekretaris DPRD AZ (51) sebagai tersangka tetapi masih akan dikembangkan sehingga terbuka peluang adanya tambahan tersangka,” kata Abuhar.

Mantan Pimpinan DPRD Wakatobi DM dan Sekretaris Dewan AZ telah dijebloskan ke dalam rumah tahanan negara dengan alasan kemudahan proses hukum.

Abuhar mengatakan belasan orang saksi yang dimintai keterangan adalah mereka yang mengetahui atau terlibat pengelolaan anggaran APBD daerah tersebut.

“Penyidik terus mendalami penyelewengan anggaran di DPRD Wakatobi. Jaksa tidak bisa berandai-andai dalam menangani perkara tindak pidana korupsi,” katanya.

Berdasarkan alat bukti dan informasi yang dihimpun penyidik terungkap bahwa kedua tersangka dituduh merugikan keuangan negara sekitar Rp330.000.000.

Pada tahun 2009 tersangka sebagai Wakil Ketua DPRD Wakatobi menerbitkan surat perintah tugas kepada 20 orang anggota DPRD Sultra untuk mengikuti bimbingan tehnik di Jakarta.

Ternyata, surat perintah mengikuti bimbingan tehnik yang diagendakan 29 Maret hingga 3 April 2009 di Jakarta hanya dimanfaatkan melakukan sosialisasi menyambut pemilihan legislatif tahun 2009.

Dana yang cair dari kegiatan mengikuti bimbingan teknik itu fiktif tersebut sebesar Rp246.800.000 dimasukan ke kas daerah untuk menutupi kelebihan penggunaan anggaran bagi 20 orang dewan pada tahun 2006.

Tersangka mantan Sekretaris Dewan AZ (51) menerangkan kepada penyidik bahwa dana sebesar Rp246.800.000 digunakan untuk menutupi kelebihan penggunaan anggaran tahun 2006 oleh para anggota dewan.

Sedangkan, sisanya sebesar Rp83 juta habis untuk membiayai pengurusan adminitrasi.

Tersangka dijerat melanggar pasal 2 Jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Juga penyidik menerapkan pasal 3 Jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(ant/jei)

tags:

Related For Dugaan Korupsi APBD Wakatobi Didalami