TransIndonesia
TransIndonesia

KPK Diminta Periksa Gubernur Sumut

Tuesday, 9 September 2014, 19:02:49 | TRANSSUMATERA
Foto mesra mirip Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho.(ist)

Foto mesra mirip Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho.(ist)

TRANSINDONESIA.CO –  100-an aktivis yang terbagung dalam Forum Masyarakat Sumatera Utara (Formasu) Jakarta, Kamis (11/9/2014), menggelar demo mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Gubernur Sumut, Gatot Pujonugroho.

Desakan itu terkait kasus dugaan Penyalahgunaan Penggunaan Dana APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran (TA) 2011 dan Tahun Anggaran (TA) 2013 pada Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Penyalahgunaan wewenang dan jabatan dalam Bantuan Daerah Bawahan (BDB). Dana BDB  dalam APBD Sumut tahun 2013  yang diputuskan melalui rapat paripurna (Eksekutif dan Legislatif) di Kantor DPRD Sumut hanya sebesar Rp1,5 Triliun tetapi dalam buku APBD Sumut tahun  2013 menjadi Rp2,8 Triliun.

Selain itu, terakit realisasi dana BOS dengan anggaran sebesar Rp17 miliar yang bersumber dari APBN untuk Sumut.

Dana BOS itu justru dialihkan untuk dana Bansos dan BDB ke 33 Kabupaten/Kota se-Sumut. Penyidik Polda Sumut hanya menetapkan M Ilyas Hasibuan sebagai Kuasa Bendahara Umum Daerah (KBUD) menjadi tersangka.

“Kami akan menesak KPK agar dugaan kasus korupsi ini segera ditindaklanjuti dengan memanggil dan memeriksa Gubernur Sumut,” kata Ketua Formasu Jakarta Syawal Silalahi  kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Dikatakannya, ada keanehan dalam pengusutan yang dilakukan di Medan dimana hanya pejabat KBUD saja yang ditahan. Logika hukumnya, pejabat setingkat KBUD tidak mungkin kerja sendiri merubah peruntukan dana Rp17 miliar tanpa ada perintah dari atasannya dalam hal Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Dalam ABPD Sumut sejak 2010, 2011 dan 2012 untuk sektor pendidikan, anggarannya diperkecil menjadi 3,5 % saja atau tidak sampai 20% dari total APBD.

Formasu Jakarta berencana akan mendatangi KPK untuk mempertanyakan kasus yang telah dilaporkan oleh berbagai LSM, mahasiswa dan mahasiswa ke KPK beberapa waktu lalu.

“Kami minta KPK untuk segera turun ke Medan dan mengusut tntas kasus yang diduga menyeret Gubernur Sumut,” katanya.

Menyinggung tentang dugaan Gatot kawin lagi seperti banyaknya foto-foto mirip Gatot bersama wanita berjilbab, Formasu Jakarta tidak masuk pada persoalan itu.

“Formasu konsentrasi paada persoalan korupsi, soal dugaan kawin lagi itu soal lain, itu masalah etika dan martabat,’ ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Syawal, Formasu Jakarta dan amsyarakat Sumut malu soal kepemimpinan Sumut yang terus-menerus menjadi persoalan hukum karena korupsi.

“Sebenatnya kita semua malu, gubernur terdahulu dipenjara karena korupsi, ini juga diduga korupsi. Kalau terbukti maka dua gubernur Sumut dipenjara karena korupsi. Halnya walikota Medan yang sudah dua berturut-turut menjadi narapidana korupsi. Kita anak Medan dan Sumut miris, tapi kita juga mau Sumut yang bersih, pemimpin yang bersih,” katanya.

Pada aksi Kamis nanti, Formasu Jakarta akan membawa berbagai poster menerjunkan sedikitnya seratus pemuda, mahasiswa, aktivis dan masyarakat Sumut yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk mendesak KPK memeriksa Gatot.

“Intinya kita desak KPK untuk memeriksa Gatot, agar dugaan korupsi itu jelas, apakah terlibat atau tidak Gatot. Kalau nantinya tidak terlibat, maka dia tidak tersandera dengan kasus yang dialamatkan padanya itu,” katanya.(yan/fer)

tags:

Related For KPK Diminta Periksa Gubernur Sumut