Tangisan Theresia Dijebloskan Suami ke Penjara

Thursday, 8 May 2014, 10:12:01 | TRANSKALIMANTAN

Tangisan Theresia Dijebloskan Suami ke Penjara

TRANSINDONESIA.CO – Mengaku jadi korban kekerasan dalam rumah tangga, Theresia Handayani, warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kini justru dijebloskan ke dalam tahanan atas tuduhan melakukan pencurian emas.

“Kenapa kasusnya terkesan dipaksakan penegak hukum, kasus perdata, malah berujung seperti ini. Banyak kejanggalan. Kami akan menyikapi masalah ini,” tegas Lindung P Sihombing dari kantor pengacara Hotma Sitompoel & Associates yang menjadi kuasa hukum Theresia di Sampit, Kamis (8/5/2014).

Theresia ditahan pada Rabu(7/5/2014) sore setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam di Kejaksaan Negeri Sampit. Selain didampingi kuasa hukumnya, dia didampingi ayahnya serta Ketua LSM Lentera Kartini, Forisni Aprilista.

Lindung memprotes keras penahanan ini. Dia mencurigai ada agenda terselubung sehingga penegak hukum terkesan memaksakan menahan Theresia.

Menurutnya, kasus ini terkesan sangat dipaksakan. Tuduhan pencurian yang diarahkan kepada Theresia pun tidak jelas, apalagi dalam perkara perdata yang persidangannya sedang berjalan, makin terlihat jelas bukti bahwa emas tersebut milik Theresia.

Androbin Sembiring, kuasa hukum lainnya menambahkan selain masalah penanganan kasus, kejanggalan lainnya adalah terlihat dari jumlah emas yang dijadikan barang bukti terjadi perbedaan antara saat diamankan di Polda Bali dibanding dengan saat pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Sampit.

“Kejanggalan lainnya, penegak hukum seolah memaksakan diri menahan Theresia, padahal dia sudah pernah ditahan dan penahanannya ditangguhkan oleh Polres Kotim, tapi saat pelimpahan kembali ditahan. Kami akan tuntut terus keadilan untuk klien kami,” tandas Androbin.

Theresia yang sempat dimintai komentar usai diperiksa di Kejaksaan Negeri Sampit, Rabu kemarin mengatakan, sangat banyak kejanggalan dalam proses hukum kasus ini. Dia dituduh mencuri emas yang menurutnya merupakan emas yang dibeli dengan uangnya sendiri. Itu dibuktikan dengan nota-nota pembelian, namun kini dia dijadikan tersangka.

“Kasus ini sebenarnya perdata, masalah rumah tangga berawal dari saya di-KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), tapi kasus KDRT di-SP3 (dihentikan), malah kasus ini (pencurian) yang diproses,” kata Theresia.

Berusaha tetap tegar, Theresia menegaskan bahwa emas yang disebutkan hasil curian dari sang mertua, merupakan hasil kerja kerasnya, termasuk saat membuka toko emas dengan Charlis, suaminya.

Jika emas tersebut dianggap harta gono-gini pun, menurutnya, seharusnya kaitannya adalah perdata dan internal rumah tangganya. Dia mengaku sama sekali tidak ada kaitannya dengan emas yang dituduhkan mertuanya telah dicuri.

“Saya tidak ingin ada Theresia-Theresia lainnya merasakan nasib seperti saya ini. Makanya saya ingin keadilan ditegakkan, apalagi yang dituduhkan kepada saya itu adalah emas saya sendiri,” tegas Theresia.

Sekadar diketahui, saat proses hukum berjalan di Polres Kotim, Theresia sempat ditahan, kemudian penangguhan penahanannya dikabulkan. Namun saat berita acara pemeriksaannya dilimpahkan ke Kejaksaan dan dinyatakan lengkap, Theresia kembali ditahan dengan tuduhan mencuri emas 18 kilogram.

Theresia berkeras tidak mengakui tuduhan tersebut karena merasa emas yang dimiliknya adalah hasil usahanya bersama Charlis suaminya. Itupun beratnya tidak sampai 18 kilogram, melainkan hanya 4 kilogram yang kini telah disita polisi.

Informasinya emas 18 kilogram tersebut disebutkan sebagai pinjaman modal berdagang emas oleh mertua Theresia untuk membuka toko emas baru. Namun belakangan emas itu disebutkan telah hilang ketika Theresia memanfaatkan kembali toko emas milik mertuanya yang tutup sejak 2008.

Diceritakannya, kasus KDRT yang dialami Theresia diduga sudah sering terjadi namun puncaknya terjadi pada 28 April 2013 lalu sehingga wanita keturunan Thionghoa itu melaporkannya ke Polda Kalteng setelah mendapat hasil visum dari RSUD dr Murjani Sampit.

Theresia juga melaporkan masalah itu ke Komnas Perlindungan Anak sehingga Arist langsung turun tangan melakukan pendampingan. Saat itu Arist yang datang ke Polda Kalteng melihat langsung bahwa penyidik telah menetapkan Charlis sebagai tersangka KDRT terhadap Theresia. Namun kemudian kasusnya dihentikan.

Sementara itu sebelumnya Charlis telah membantah tuduhan melakukan KDRT terhadap Theresia istrinya karena saat dilaporkan waktu kejadian itu dirinya sedang berada di Surabaya sehingga tidak ada bertemu Theresia.

Charlis juga membantah menelantarkan anaknya. Meski bukan anak anak kandung, Charlis mengaku sayang terhadap anak yang sudah mereka adopsi sejak bayi hingga kini sudah berusia sembilan tahun.(pk/tan)

tags:

Related For Tangisan Theresia Dijebloskan Suami ke Penjara