JK: Tak Pernah Dilaporkan Century Berdampak Sistemik

Thursday, 8 May 2014, 11:25:13 | TRANSPOLHUKAM

JK BERSAKSIMantan Wapres Jusuf Kalla bersaksi untuk terdakwa perkara dugaan korupsi dana penyelamatan Bank Century, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya (kiri), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/5/2014).(sp)

 

TRANSINDONESIA.CO – Keputusan menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik sehingga diserahkan ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) nampaknya hanya diputuskan secara sepihak oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan (Menkeu) yang juga bertindak sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Untuk diketahui, Gubernur BI ketika itu adalah Boediono dan Menkeu ketika itu adalah Sri Mulyani Indrawati.

Keputusan Bank Century berdampak sistemik itulah yang akhirnya menjadi pemicu diberikannya Penyertaan Modal Sementara (PMS) ke Bank Century.

Dugaan tersebut tersirat dari kesaksian mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku bahwa baru dilaporkan mengenai adanya bailout (dana talangan) atau PMS sebesar Rp 2,7 triliun ke Bank Century pada tanggal 25 November 2008.

Pemberitahuan kepadanya itu saat PMS sudah dikucurkan.

“Setelah bailout oleh Menko Perekonomian, Menkeu, Gubernur BI pada tanggal 25 November 2008 ada PMS dari LPS yang didahului oleh FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek),” kata JK saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Namun, dikatakan JK, ketika pelaporan tersebut tidak pernah dikatakan bahwa Bank Century berdampak sistemik sehingga jika ditutup akan berdampak pada bank lain.

Sebaliknya, JK mengaku hanya dilaporkan bahwa Bank Century rusak karena kriminalisasi pemiliknya. Sehingga, diberikan bailout sebesar Rp2,7 triliun. Sehingga, dikatakannya bahwa telah terjadi perampokan oleh pemilik bank tersebut.

“Kita tidak bicara sistemik pada tanggal 25 November 2008 itu, mungkin baru setahun kemudian. Baru mencuat Agustus 2009 setelah ada laporan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” ungkap JK.

Oleh karena itu, lanjut JK, menanggapi laporan tersebut dirinya langsung meminta Kapolri menangkap Robert Tantular selaku pemilik Bank Century.

Namun, JK kembali menegaskan tidak pernah dilapori mengenai kondisi sistemik jika Bank Century ditutup. Apalagi mengingat kondisi perekonomian Indonesia tahun 2008 itu masih baik walaupun terjadi krisis perekonomian global lantaran krisis di Amerika Serikat.

“Sebagai perbandingan pada krisis tahun 1998, inflasi mencapai 75 persen, pertumbuhan ekonomi -15 persen. Sedangkan, tahun 2008 inflasi 10 persen, pertumbuhan ekonomi positif 6 persen,” jelas JK.

Oleh karena itu, menurut JK, kondisi Bank Century sesungguhnya tidak akan memengaruhi perbankan di Indonesia. Mengingat, Bank century termasuk bank kecil dengan nilai aset hanya 0,7 persen dari aset seluruh bank.

Ditambah lagi, dikatakan JK, pada tahun 2008 tersebut tidak terjadi rush (penarikan uang besar-besaran oleh nasabah), sebagaimana belakangan dijadikan alasan menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Keputusan sepihak memberikan bailout semakin terlihat saat JK mengatakan bahwa Boediono dan Sri Mulyani terlihat panik saat melaporkan kebijakan yang telah diambil keduanya.(sp/fer)

 

 

tags:

Related For JK: Tak Pernah Dilaporkan Century Berdampak Sistemik