Suap Dirlantas Polda Metro `Dipeties-kan`

Tuesday, 22 April 2014, 19:14:39 | TRANSMETROPOLITAN

direktorat lalulintas polda metro jaya

 

TRANSINDONESIA.CO – Proses dugaan suap Rp350 juta di kantor Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Nurhadi Yuwono terkesan ditutupi dan ‘dipeties-kan’.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera mengambil alih kasus tersebut agar semua dapat terang benderang.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane dalam menanggapi lambannya dan kurang seriusnya Kapolri dan jajarannya dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

”Makanya IPW mendesak KPK segera mengambil alih kasus tertangkapnya dua anak buah Dirlantas Polda Metro Jaya itu. KPK juga harus mengusut semua kasus suap, pungli, dan gratifikasi di jajaran Ditlantas Polda Metro. Jika KPK sering melakukan operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah, jaksa, dan hakim, tentu sudah saatnya KPK melakukan operasi tangkap tangan di jajaran Direktorat Lalulintas, termasuk mengusut tuntas kasus tersebut,” tegas Neta kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Menurut Neta, jika KPK enggan mengambil alih kasus tersebut, maka masyarakat akan tidak pernah percaya lagi kepada KPK. Sebab pameo ”Tidak mungkin jeruk makan jeruk” ternyata berlaku pula di KPK. ”Mengingat sebagian besar penyidik di KPK itu adalah anggota Polri sehingga ada kemungkinan mereka tidak mungkin akan melakukan operasi tangkap tangan terhadap koleganya sendiri di Polri. Bahkan sebisa mungkin penyidik KPK agar menghindar. Padahal kan sangat jelas dengan mata telanjang publik menyaksikan betapa ganasnya pungli di jajaran Direktorat Lalulintas itu,” papar Neta.

Diungkap Neta pula, beberapa hari sebelum penangkapan itu, sebenarnya lima pimpinan KPK sudah menemui Kapolri dan meminta Polri agar mengupayakan pembersihan di lingkungan Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya dari berbagai tindak kegiatan pungli, suap dan upeti. Ini karena begitu banyaknya pengaduan masyarakat tentang berbagai praktek suap dan pungli di lingkungan Ditlantas Polda Metro Jaya terutama dalam proses pengurusan SIM, STNK, dan BPKB.

Ditutup-tutupi

Namun yang sangat disayangkan IPW, sikap Polri yang enggan bersikap transparan dalam mengungkap kasus penangkapan yang sudah berlangsung sepekan itu. Sementara sejumlah pihak sudah ditahan dan diperiksa. Menurutnya, jika dicermati sangat terlihat kalau Polri tidak pernah serius dalam mengungkap dugaan korupsi, suap, dan gratifikasi diinternalnya sendiri.  ”Lihat saja kasus dugaan korupsi proyek TNKB 2012 yang diambil alih Bareskrim Polri dari KPK sejak dua tahun lalu, tapi sampai sekarang tak kunjung tuntas,” imbuh Neta.

Karena itu, lanjut Neta kasus dugaan suap di Dirlantas Polda Metro ini sepertinya juga akan ”dipeties-kan”, apalagi sejak awal Mabes Polri berusaha menutup-nutupinya.

”Makanya sekali lagi IPW meminta agar KPK segera mengambil alih dan mengusut kasus ini hingga tuntas ternasuk mengungkap kemana saja aliran dana tersebut. Apakah ada jenderal yang menerimanya ? Sebab dari info yang kami terima barang bukti uang tunai Rp 350 juta itu adalah setoran harian biro jasa tersebut,” pungkas Neta.

Sebelumnya, tim Pengamanan Internal (Paminal), Propam Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap pengusaha biro jasa berinisial S di kantor Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Nurhadi Yuwono yang berlokasi di lantai tiga gedung Ditlantas Polda Metro Jaya. Dalam penangkapan itu, tim Paminal beranggotakan tujuh personil itu menyita uang tunai Rp 350 juta dari tangan dua polwan anak buah Nurhadi, Brigadir I dan Brigadir L. Disita pula ponsel dari I dan S yang berisi percakapan terkait setoran upeti untuk Nurhadi. Turut disita pula sejumlah dokumen dari polwan I berisi catatan keuangan Nurhadi berikut aliran penerimaan dan pengeluaran uang.

Kombes Nurhadi saat dikonfirmasi menyatakan, kabar mengenai dugaan suap itu tidak benar. Bahkan, dia menyatakan bila menjadi korban fitnah dari sang pengusaha biro jasa.

”Itu hanya masalah miss komunikasi. Tidak benar, saya tidak ada urusan dengan biro jasa. Saya hanya difitnah,” ujar Kombes Nurhadi.

Sedangkan Wakil Inspektorat Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri Irjen Andayono membenarkan adanya periswtiwa penangkapan itu pada Selasa sore (15/4) di lantai 3 gedung Ditlantas Polda Metro Jaya. Sayangnya ia enggan memberi keterangan rinci. ”Tapi saya belum mendapat laporan lengkap, kasusnya apa,” tukas Andayono dua hari setelah penangkapan.(wb/yan)

 

 

tags:

Related For Suap Dirlantas Polda Metro `Dipeties-kan`