Pengadaan Pesawat Latih, Kejagung Tunggu Penghitungan Kerugian dari BPK

Friday, 28 March 2014, 19:53:18 | TRANSPOLHUKAM

kejagung usut dana pesawat latih

 

TRANSINDONESIA.CO, Jakarta – Kejaksaan Agung kembali melakukan penyidikan perkara tindak pidana korupsi pengadaan pesawat latih pada badan pendidikan dan pelatihan, di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

Penyidikan kasus pengadaan pesawat latih sayap tetap (fixed wing) dan link simulator pada badan pendidikan dan pelatihan STPI tahun anggaran 2010, yang dilakukan secara multiyears dengan anggaran sebesar Rp138 miliar untuk 18 pesawat, 2 unit Link Simulator beserta kelengkapannya, disertai surat-surat dan nomor registrasinya, telah menemukan titik terang.

“Pada kenyataannya, pesawat yang telah dirakit secara utuh hanya berjumlah 6 pesawat, sedangkan sisanya, 12 pesawat belum terakit,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Namun, penyedia barang, PT. Pasific Putra Metropiltan (PT PPM) telah menerima pembayaran secara penuh seolah-olah pesawat telah seluruhnya diserahterimakan kepada STPI.

Menurut Untung, penyidik Kejaksaan Agung, telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus ini. “BW (Direktur Utama PT. Pasifik Putra Metropolitan), I.G.K. RD (PNS di STPI Curuk) dan AA (Kepala Bagian Administrasi Umum di STPI),” katanya.

Dimana AA dalam kasus ini adalah menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen.

Lebih lanjut mantan Kejari Jakarta Selatan ini menyatakan, dalam proses penyidikan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 28 orang saksi dan 3 orang tersangka.

“Penyidik juga telah melakukan tindakan-tindakan, seperti penyitaan, penitipan serta perakitan sisa pesawat yang belum dilakukan oleh PT. PPM, mengingat kepentingannya untuk kegiatan latih bagi siswa,” jelasnya Untung, seraya menyatakan saat ini Kejaksaan mempercayakan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara.(amri)

tags: ,

Related For Pengadaan Pesawat Latih, Kejagung Tunggu Penghitungan Kerugian dari BPK