TransIndonesia
TransIndonesia

Andi Mallarangeng Akui Lakukan Korupsi Bersama Adiknya Zul

Monday, 10 March 2014, 16:07:20 | TRANSPOLHUKAM

andi zulAndi Alfian Mallarangeng dan Andi Zulkarnaen Anwar.(dok)

TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng terancam pidana penjara selama 20 tahun penjara. Andi didakwa melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan sehingga merugikan keuangan negara serta memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Penyalahgunaan wewenang tersebut dilakukan Andi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Supardi mengatakan atas perbuatannya, negara dirugikan mencapai Rp464,391 miliar terkait proyek Hambalang.

Namun, dalam melakukan perbuatannya, Andi disebut bersama-sama dengan adik kandungnya, Andi Zulkarnaen Anwar alias Choel Mallarangeng.

“Perbuatan itu dilakukan Andi bersama-sama dengan Deddy Kusdinar (Pejabat Pembuat Komitmen), Teuku Bagus Mokhamad Noor (Kepala Divisi 1 Operasional Adhi Karya), Machfud Suroso (Direktur PT Dutasari Citralaras), Wafid Muharram (Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga), Andi Zulkarnain Anwar (Adik kandung Andi), Mokmahad Fakhruddin, Lisa Lukitawati, Muhammad Arifin dan Saul Paulus David Nelwan,” kata jaksa Supardi saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Dalam pertimbangan, jaksa Irene Putrie mengatakan bahwa terdakwa mendapatkan laporan dari tim asistensi yang dibentuk oleh Wafid Muharram terkait proyek Hambalang hingga anggarannya menjadi sebesar Rp2,5 triliun.

Terdakwa menyalahgunakan dalam proses penganggaran pembangunan proyek P3SON Hambalang, yang meliputi penunjukan konsultan perencana, manajemen konstruksi dan pelaksana jasa konstruksi. Untuk memenangkan PT Yodya Karya sebagai konsultan perencana, PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai konsultan manajemen konstruksi dan PT Adhi Karya untuk pelaksana jasa konstruksi.

Atas perbuatannya, negara dirugikan mencapai Rp464,391 miliar. Serta memperkaya Deddy Kusdinar sebesar Rp300 juta, Wafid Muharram Rp6,550 miliar, Nanang Suhatmana sebesar Rp1,1 miliar, Anas Urbaningrum Rp2,210 miliar, Mahyudin Rp500 juta, Teuku Bagus Rp4.532.923.350, Machfud Suroso Rp18.800.942.000, Olly Dondokambey Rp2,5 miliar, Joyo Winoto Rp3 miliar, Lisa Lukitawati Rp5 miliar, Anggaraheni Rp400 juta, Adirusman Dault Rp500 juta.

Serta memperkaya PT Yodya Karya Rp5.221.563.935, PT Metaphora Solusi Global Rp5.851.708.065, PT Malmass Mitra Teknik Rp 837.600.000, PT Ciriajasa Rp5.891 miliar, PT Global Daya Manunggal Rp54.922.994.657, PT Ara Lingga Perkasa Rp3.337.964.280, PT Dutasari Citralaras Rp170.395.116.962, KSO Adhi-Wika Rp145.157.101.895, PD Laboratorium Teknik Sipil Geoinves Rp94.818.182 dan 32 perusahaan dan perseorangan subkontrak Rp17.960.753.287, Insinyur Imanulah Aziz Rp378.181.818.

Oleh karena itu, terhadap Andi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan pertama. Serta, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan kedua. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sedangkan, terhadap terdakwa secara pribadi disebut menerima uang sebesar Rp4 miliar dan USD 550.000 atau setara dengan kurang lebih Rp10 miliar.

Tetapi, uang tersebut diterima melalui adik kandungnya, yaitu Andi Zulkarnaen Anwar alias Choel Mallarangeng.

Kemudian, uang tersebut dikatakan berasal dari Deddy Kusdinar sebesar USD 550.000 melalui Choel dirumahnya. Selanjutnya, Rp2 miliar dari PT Global Daya Manunggal (GDM) selaku subkrontraktor proyek Hambalang melalui Choel dikantornya, Rp1,5 miliar dari PT GDM ke Choel melalui Wafid Muharram dan Rp500 juta juga dari PT GDM ke Choel melalui Muhammad Fakhruddin.

Oleh karena itu, terhadap Andi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan pertama. Serta, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan kedua. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(sp/fer)

 

 

tags:

Related For Andi Mallarangeng Akui Lakukan Korupsi Bersama Adiknya Zul