Tekanan Rendah Perairan Australia Sebabkan Cuaca Ekstrem di NTT

Saturday, 1 February 2014, 08:29:35 | TRANSNUSA

Kupang Armada Feri di Pelabuhan Bolok Kupang.(sp)

 

 

TRANSINDONESIA, Kupang : Badai topis dan tekanan rendah yang terjadi di perairan Australia membuat suaca ekstrem di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti angin kencang, hujan, awan tebal dan gelombang tinggi. Kondisi ini diperkirakan masih terjadi hingga pertengahan Februari 2014 ini.

Hal tersebut mengakibatkan semua aktivitas pelayaran Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) yang mensuplai kebutuhan sembilan bahan pokok terhenti. Sehingga, terjadi lonjakan harga kebutuhan hidup tidak terkendali di daerah di NTT.

“Cuaca buruk menimbulkan hujan intensitas ringan dan sedang disertai angin kencang dan gelombang laut yang tinggi,” kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II El Tari Kupang, Mohammad Syaeful Hadi, kepada wartawan di Kupang, Sabtu, (1/2/2014) pagi.

Ia menyebutkan kondisi cuaca ekstrem dengan tekanan rendah di perairan Australia itu perlu diwaspadai. Terutama bagi warga yang melakukan perjalanan menggunakan sarana angkutan laut. Termasuk nelayan yang mencari ikan yang menggunakan kapal atau perahu kayu di perairan Timor selalu waspada terhadap rawannya musibah yang akan terjadi.

“Kami sudah melakukan peringatan kepada pengelola dan pengendali sarana dan fasilitas laut melalui Syahbandar Tenau Kupang dan untuk penerbangan melalui Otoritas Bandara El Tari Kupang agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrim tersebut,” kata Mohammad.

Menurut Kepala Syahbandar Tenau Kupang, Tisno Chayono, kepada Suara Pembaruan di Kupang, cuaca buruk yang terjadi hampir tiga pekan terakhir,  membuat masalah pendistribusian dan naiknya harga sembako di NTT.

“Terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat karena satu-satunya pelayaran dilakukan ASDP hingga kini belum beroperasi. ASDP mengangkut kebutuhan dari Kupang menuju ke daerah terhenti, karena gelombang tinggi disertai angin kencang dan hujan dan ada larangan pelayaran dari BMKG,” kata Tisno.

Tisno, mengatakan, Tinggi gelombang mencapai enam meter membuat kapal Feri tidak mungkin berlayar. Apalagi disertai angin kencang dan hujan.

Terlihat, puluhan truk hendak diberangkatkan ke berbagai daerah masih tetap bertahan di pelabuhan penyeberangan Bolok Kupang. Truk menunggu kembali beroperasinya kapal Feri baik milik PT ASDP Cabang Kupang maupun milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Supervisor PT Indonesia Ferry ASDP cabang Kupang Hermin Welkis kepada wartawan, menjelaskan, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Feri Indonesia Cabang Kupang, hingga saat ini masih menutup pelayaran Kapal Feri ke semua lintasan. Belum ada petunjuk dari BMKG untuk sudah boleh berlayar atau belum menyusul cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak tiga pekan terakhir.

“Kami masih menutup pelayaran ke semua lintasan hingga saat ini, karena cuaca buruk hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami belum mendapat petunjuk dari BMKG tentang cuaca di perairan NTT sehingga kami belum bisa membuka pelayaran tersebut,” katanya.(sp/bs/gar)

tags:

Related For Tekanan Rendah Perairan Australia Sebabkan Cuaca Ekstrem di NTT