Aniaya dan Sekap 13 PRT, Istri Pensiunan Jenderal Polisi Belum di Periksa

Thursday, 20 February 2014, 18:49:56 | TRANSMETROPOLITAN

Rumah mewah pensiunan jenderal tempat penyekapan PRTRumah mewah jenderal pensiunan polisi yang menjadi penyiksaan dan penyekapan terhadap PRT.(istimewa)

 

 

TRANSINDONESIA.co, Bogor : Istri seorang pensiunan jenderal polisi sangat memalukkan dan diangap tidak berprikemanusian karena diduga tega menyiksa dan menyekap 13 orang pemabntunya, belum juga diperiksa polisi

Kekejian terhadap 13 pembantu rumah tangga (PRT) berhasil diselamatkan jajaran Satreskrim Polres Bogor Kota dengan membawa ke 13 PRT tersebut kelaur adari rumah mewah pensiunan polisi itu.

Pada Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 19.00 WIB,  dengan menggunakan 3 mobil dari rumah yang beralamat di Blok C5 No 18 Jalan Danau Mantana, Kelurahan Tegallega Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Jawa Barat, polisi telah mengevakuasi PRT yang terdiri dari 5 laki dan 8 wanita.

LBH Keadilan Bogor Raya (KBR), Sugeng Santoso, kuasa hukum korban mengatakan,  dari 13 PRT adai 5 laki-laki dan 8 perempuan.

“Mereka dibawa atas permintaan kita sebagai kuasa hukum melalui LPSK yang kemudian berkoordinasi dengan Kabareskrim Polri,” kata Santoso di Bogor, Kamis (20/2/2014).

Dikatakan Santoso, kronologis penjemputan 13 PRT itu bermula saat LBH Keadilan Bogor Raya mendapat kuasa dari korban bernama Yuiana Lewir (17) yang sudah membuat laporan sebelum LBH KBR menangani.

Dimana dalam laporan tersebut adanya dugaan tindak penganiayaan dan penyakapan serta dugaan trafficking (perdagangan bebas).

“Tadi pagi Yuliana diminta mengidentifikasi hasil rekaman video yang diambil oleh penyidik dari korban lain yang diduga disekap,” terang Santoso.

Setelah proses identifikasi tersebut pihak LBH KBR membawa Yuliana ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dimana LBH KBR mengupayakan adanya satu perlindungan untuk saksi dan korban.

“Yuliana di LPSK diterima oleh Komisioner LPSK, Edwin Partogi dan akhirnya Edwin melakukan komunikasi dengan Kabareskrim Polri,” kata Santoso.

Dari komunikasi tersebut disampaikan bahwa akan ada evakuasi terhadap para korban yang berada dirumah tersebut. Dan akhirnya pada pukul 19.00 WIB 13 korban ke Polres Bogor Kota.

“Ini adalah permintaan kami sejak awal agar korban yang disekap untuk dieakuasi dulu untuk setidak-tidaknya memberikan rasa aman kepada para korban,” ucapnya.

Saat ini, ketiga belas korban tersebut sedang di proses oleh pihak kepolisian. Kita hormati saja proses tersebut. Harapan kami adalah dugaan-dugaan tindak pidana yang kemudian bisa ditelusuri oleh penyidik kepolisian.

Sementara, Kasatreskrim Polres Bogor Kota AKP Condro Sasongko mengatakan, ke 13 PRT itu kini diamankan dan menjadi saksi tengah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Kami terus melakukan pemeriksaan terhadap 13 saksi untuk mengetahui fakta yang ada disana,” kata Condro.

Mabes Turun Tangan

Ulah tak terpuji yang dilakkan seorang istri mantan angggota Polri berpangkat Brigadir Jenderal itu mmebuat Mabes Polri turun tangan..

Kini Mabes Polri terus mendalami dugaan kasus penyekapan pembantu rumah tangga (PRT) yang diduga dilakukan oleh istri pensiunan jenderal polisi berinisial YL

“Atas laporan tersebut, Polres mendatangi rumah purnawirawan Polri berinisial MS. Yang diduga istrinya YL dibawa oleh keluarganya keluar rumah. Kita melihat YL masih bisa menghubungi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Kamis (20/2/2014).‎

Menurutnya, informasi dari korban YL, di rumah MS masih ada 15 wanita lagi yang disekap. Saat ini penyidik meminta keterangan 15 orang wanita tersebut untuk melakukan penyidikan.

“Kalau nanti ada perkembangan yang mengarah ke pidana, maka kepolisian akan melakukan tindak lanjutnya,” katanya.(saf/dan)

tags: ,

Related For Aniaya dan Sekap 13 PRT, Istri Pensiunan Jenderal Polisi Belum di Periksa