Kasus Erwiana Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Hong Kong

Friday, 24 January 2014, 17:21:12 | TRANSDUNIA

TKI HogkongAksi demo TKI di Hongkong di picu tindak kekerasaan terhadap Erwiana Sulistyaningsih yang dilakukan majikannya.(foto-istimewa)

Transindonesia, Jakarta : Pemerintah Hong Kong memberikan perhatian khusus atas kasus kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI), Erwiana Sulistyaningsih, tenaga kerja Indonesdia (TKI) asal Ngawi yang bekerja di Hong Kong.

“Pemerintah Hong Kong memberikan perhatian yang sangat serius dengan kasus ini,” kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BP2TKI), Jumhur Hidayat, via emailnya kepada SP, Jumat (24/1/2014).

Jumhur sejak Jumat (24/1/2014) pagi berada di Hong Kong bertemu Konjend KJRI Hong Kong (HK) Rafael Walangitan dan Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteraan HK, Matthew Cheung Kin-chung.

Jumhur mengatakan, beberapa kesimpulan dalam pertemuan itu yakni, Matthew menyampaikan, masalah Erwiana telah mendapat perhatian dan penanganan serius dari pemerintah Hong Kong. Pemerintah dan masyarakat Hong Kong merasa terkejut atas peristiwa ini dan akan memastikan proses hukum kasus ini berjalan dengan baik.

“Rencannya tanggal 25 Maret 2014 ini kasus ini akan segera disidangkan,” kata Jumhur.

Menurut Jumhur, kehadiran kepolisian Hong Kong untuk menyelidik kasus ini adalah bentuk kesungguhan pemerintah Hong Kong. “Matthew juga menitip salam secara khusus kepada Erwiana,” kata dia.

Menurut Jumhur, dalam pertemuan itu ia menyampaikan bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia merasa prihatin dan terkejut atas peristiwa kekerasan yg menimpa Erwiana Sulistyaningsing. “Presiden RI telah memberi perhatian serius terhadap kasus ini dan meminta agar penegakkan hukum dilakukan seadil-adilnya,” kata Jumhur.

Terkait dengan penempatan TKI, kata Jumhur meminta kepastian kemungkinan penempatan TKI sektor formal untuk merawat orang-orang lanjut usia di panti-panti jompo yg upahnya sekitar Rp 14 juta – Rp 15 juta per bulan di luar lembur dan dijawab oleh Mathew hal ini juga bisa dilakukan oleh para TKI sejauh ada permintaan (demand) dan disetujui.

Dalam kesempatan itu, kata Jumhur, juga membicarakan kemungkinan para TKI yang sudah ada di Hong Kong untuk dilatih atau di-upgrade kemudian mendapat sertifikat sehingga menjadi perawat orang tua yang bersertifikat sehingga upahnya bisa dinaikkan misalnya menjadi HK$ 6.000 atau sekitar Rp8 juta. “Mathew menyambut baik gagasan ini dan akan didalami karena memang penduduk usia lanjut di Hongkong semakin banyak,” kata dia.

Menurut Jumhur dalam kesempatan itu, juga disepakati Indonesia dan Hong Kong bersepakat untuk memperkuat hubungan antara Kementerian Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hong Kong dengan KJRI Hong Kong khususnya terkait dengan pengendalian agen-agen rekrutmen di Hong Kong dan untuk itu akan dilanjutkan secara teknis oleh Kementerian dan KJRI.

“Jumat (24/1/2014) pukul 17.30 waktu setempat kami juga berencana bertemu dengan Chief Police Hongkong untuk membicakan kasus Erwiana,” kata dia.(sp/fer)

tags:

Related For Kasus Erwiana Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Hong Kong